Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Sulteng Komisi IV Dapil I, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H, menilai program MBG memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan kualitas gizi anak, terutama bagi siswa sekolah dan keluarga kurang mampu.
Namun, menurutnya pelaksanaan program tersebut harus direncanakan dengan matang.
Baca Juga: Lebaran Versi Pemerintah Diprediksi 21 Maret 2026
“Program ini memiliki niat baik untuk meningkatkan kualitas gizi anak. Tetapi karena membutuhkan anggaran besar, maka harus dirancang secara realistis, transparan, dan akuntabel,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Ia juga mendorong agar pelaksanaan MBG tidak langsung diterapkan secara menyeluruh, melainkan diprioritaskan pada daerah miskin dan wilayah dengan angka stunting tinggi agar penggunaan anggaran lebih efektif.
Selain itu, Wiwik menilai program tersebut sebaiknya turut melibatkan petani lokal dan UMKM pangan sehingga tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Stok Pangan Jelang Lebaran di Sulteng Aman, Ini Penjelasan Disperindag
Terkait tuntutan mahasiswa yang meminta program tersebut dihentikan sementara, ia menyatakan mendukung langkah evaluasi.
“Saya sepakat jika program ini dihentikan sementara selama proses evaluasi dilakukan,” tegasnya. (*)
Baca Juga: Efisiensi Anggaran dengan Sewa Kendaraan Dinas, Pemkab Buol Pilih Solusi Cerdas
Editor : Agung Sumandjaya