Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lebaran Versi Pemerintah Diprediksi 21 Maret 2026

Mugni Supardi • Kamis, 12 Maret 2026 | 18:39 WIB

ilustrasi hilal.
ilustrasi hilal.

RADAR PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data astronomi terkait potensi penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah.

Berdasarkan perhitungan astronomis, fenomena konjungsi atau ijtimak diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.23 UTC atau pukul 08.23.23 WIB.

BMKG menjelaskan, pada waktu tersebut posisi bujur ekliptika matahari dan bulan berada pada nilai yang sama, yakni 358,45 derajat.

Di wilayah Indonesia pada tanggal yang sama, waktu matahari terbenam paling awal diperkirakan terjadi pukul 17.48 WIT di Waris, Papua.

Sementara matahari terbenam paling akhir diperkirakan terjadi pukul 18.49 WIB di Banda Aceh, Aceh.

Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan matahari terbenam tersebut, BMKG menyebutkan bahwa konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia pada 19 Maret 2026.

Secara astronomis, pelaksanaan rukyat hilal untuk menentukan awal bulan Syawal bagi pihak yang menggunakan metode rukyat dapat dilakukan setelah matahari terbenam pada tanggal tersebut.

Sementara bagi pihak yang menggunakan metode hisab, penentuan awal Syawal perlu mempertimbangkan kriteria hisab yang berlaku saat matahari terbenam pada hari yang sama.

BMKG juga mencatat bahwa ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam 19 Maret 2026 diperkirakan berkisar antara 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang.

Selain itu, elongasi geosentris bulan berkisar antara 4,54 derajat di Waris, Papua hingga 6,1 derajat di Banda Aceh.

Umur bulan pada saat itu diperkirakan berada pada rentang 7,41 jam hingga 10,44 jam di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG menambahkan, pada waktu pengamatan hilal tersebut juga terdapat planet Saturnus yang berada kurang dari 10 derajat dari posisi bulan sejak matahari terbenam hingga bulan terbenam.

Data astronomi tersebut menjadi salah satu referensi ilmiah yang digunakan dalam proses penentuan awal bulan Syawal oleh pemerintah melalui sidang isbat yang biasanya digelar menjelang Idul Fitri.(*)

Editor : Mugni Supardi
#rukyat hilal 2026 #penentuan Idul Fitri 2026 #konjungsi bulan 19 Maret 2026 #BMKG hilal Syawal #awal Syawal 1447 H