RADAR PALU – Umat Islam setiap tahun memperingati Nuzulul Quran, yaitu peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Momen ini menjadi salah satu peristiwa penting dalam bulan suci Ramadan.
Dalam kalender Islam, Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Pada tahun 2026, awal Ramadan di Indonesia diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Jika mengacu pada perhitungan tersebut, maka 17 Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan bertepatan dengan Jumat, 6 Maret 2026.
Pada malam tersebut, umat Islam biasanya memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Quran, berdoa, dan melaksanakan shalat malam sebagai bentuk penghormatan terhadap turunnya kitab suci Al-Quran.
Makna Nuzulul Quran bagi Umat Islam
Nuzulul Quran merupakan peristiwa ketika wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Wahyu tersebut adalah lima ayat pertama dari Surah Al-Alaq yang diawali dengan perintah membaca.
Peristiwa ini menjadi awal dari turunnya Al-Quran secara bertahap selama sekitar 23 tahun hingga menjadi pedoman hidup bagi umat Islam.
Karena itu, malam Nuzulul Quran sering dijadikan momentum bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Quran.
Amalan yang Dianjurkan saat Nuzulul Quran
Ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan umat Islam ketika memperingati malam Nuzulul Quran.
1. Memperbanyak membaca Al-Quran
Mengingat malam ini berkaitan dengan turunnya Al-Quran, memperbanyak tilawah menjadi amalan utama yang dianjurkan.
2. Memperbanyak dzikir
Berdzikir kepada Allah SWT menjadi cara untuk menenangkan hati sekaligus mendekatkan diri kepada-Nya.
3. Melaksanakan shalat malam
Qiyamul lail atau shalat malam memiliki keutamaan besar, terutama pada bulan Ramadan.
4. I’tikaf di masjid
Sebagian umat Islam juga memanfaatkan malam tersebut dengan melakukan i’tikaf, yakni berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah.
Dengan memperbanyak ibadah pada malam Nuzulul Quran, diharapkan umat Islam dapat mengambil hikmah dari turunnya Al-Quran sebagai petunjuk hidup bagi manusia.***
Editor : Muhammad Awaludin