RADAR PALU- Penemuan benda megalitik kembali terjadi di wilayah Napu Tampo Lore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Pada Selasa, 3 Maret 2026, masyarakat Desa Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, menemukan sebuah kalamba bermotif yang diduga merupakan bagian dari peninggalan budaya megalitikum di kawasan tersebut.
Ketua Umum Komunitas Seniman Tampo Lore (KSTL) Sulawesi Tengah, Yonathan Tokii, Kamis (5/3) menyampaikan bahwa penemuan ini menambah daftar situs megalitik yang ada di kawasan Lore.
Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi peninggalan megalitikum di wilayah tersebut, keberadaan kalamba atau tempayan batu biasanya berkaitan dengan unsur megalit lain, seperti menhir.
Menurut Yonathan, menhir merupakan batu tegak yang kerap menyerupai wajah manusia dan biasanya ditemukan tidak jauh dari kalamba.
“Biasanya jika ada kalamba atau tempayang batu, di sekitarnya juga terdapat menhir sebagai bagian dari satu kesatuan peninggalan budaya,” ujarnya.
Ia memperkirakan masih ada peninggalan lain di sekitar lokasi penemuan tersebut. Berdasarkan pengamatan awal, kemungkinan terdapat artefak megalitik lain dalam radius sekitar 100 hingga 200 meter dari lokasi kalamba yang baru ditemukan.
Namun, kondisi wilayah yang berada di area pertambangan menimbulkan kekhawatiran bahwa sebagian peninggalan budaya tersebut bisa saja telah tertimbun tanah atau terbawa aliran air.
KSTL bersama tokoh adat dan pelaku seni di kawasan Tampo Lore pun mengimbau pemerintah daerah serta pihak yang berwenang di bidang pelestarian cagar budaya agar segera mengambil langkah perlindungan.
Mereka menilai situs tersebut sangat rentan terhadap kerusakan akibat aktivitas tambang di sekitarnya.
Selain itu, komunitas budaya juga berharap agar kegiatan penggalian tambang di lokasi tersebut dapat dihentikan. Hal ini mengingat kawasan tersebut diduga memiliki nilai sejarah penting dan berpotensi menyimpan lebih banyak bukti peradaban masa lalu.
Seorang budayawan sekaligus maestro sastra tradisi Sulawesi Tengah menjelaskan bahwa berdasarkan cerita turun-temurun, wilayah Dongi-Dongi pada masa lampau merupakan area penggembalaan kerbau milik masyarakat dari daerah Tawai Lia dan Sedoa. Karena itu, kawasan tersebut dianggap memiliki nilai historis yang penting bagi masyarakat setempat.
Komunitas Seniman Tampo Lore juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Dongi-Dongi yang telah menemukan serta melaporkan keberadaan kalamba tersebut.
Mereka berharap penemuan ini dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada di kawasan Napu Tampo Lore.
Editor : Wahono.