RADAR PALU - Jelang Ramadan 1447 Hijriah, suasana hati umat Islam mulai berubah. Percakapan tentang puasa, tarawih, hingga persiapan diri makin sering terdengar, termasuk di Sulawesi Tengah.
Di tengah penantian itu, satu doa kembali ramai dibaca: harapan sederhana agar dipertemukan dengan bulan suci dalam keadaan sehat dan penuh iman.
Doa yang dimaksud berbunyi:
اللهم بلغنا رمضان
Allahumma ballighna Ramadan
Artinya: Ya Allah, sampaikanlah kami pada bulan Ramadan.
Kalimatnya singkat. Namun maknanya dalam.
Umat memohon umur panjang, kesehatan, dan kesempatan memperbaiki diri di bulan yang diyakini penuh ampunan.
Doa ini lazim diamalkan sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Di sejumlah masjid, termasuk di Palu dan sekitarnya, lafaz ini mulai terdengar selepas salat berjamaah.
Ramadan memang bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 disebutkan bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi pribadi bertakwa. Sementara dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan siapa yang berpuasa dengan iman dan mengharap pahala akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Karena itu, persiapan tidak hanya bersifat fisik.
Ulama menganjurkan memperbanyak istighfar, melatih puasa sunnah, memperbaiki kualitas salat, meningkatkan sedekah, serta membersihkan hati dari iri dan permusuhan.
Baca Juga: Tarawih Ramadan 2026 di Masjidil Haram dan Nabawi Tetap 10 Rakaat
Selain doa tersebut, ada pula doa yang dibaca saat memasuki bulan baru Hijriah:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ
Allahumma ahillahu ‘alaina bil-amni wal-iman was-salamati wal-Islam
Doa ini berisi harapan agar bulan yang datang membawa keamanan, iman, dan keselamatan.
Menjelang Ramadan, doa-doa seperti ini menjadi pengingat bahwa yang disiapkan bukan hanya jadwal sahur dan menu berbuka, tetapi juga hati.***
Editor : Muhammad Awaludin