RADAR PALU - Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, suasana di Wihara Karunadipa Palu mulai berubah. Lampion merah dipasang, altar dirapikan, dan area ibadah dibersihkan.
Persiapannya sederhana, tapi terasa hangat. Nuansa merah tampak mendominasi hampir seluruh sudut wihara.
Ketua Pengurus Cabang Magabudhi Kota Palu, Ferdy Logianwy, mengatakan persiapan tahun ini tidak jauh berbeda dari sebelumnya.
Pengurus hanya fokus pada penataan altar, pemasangan lampion, dan kebersihan area ibadah.
“Lampion dipasang di kiri-kanan dan mengelilingi area wihara. Altar juga dihias bunga merah,” kata Ferdy, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, warna merah menjadi elemen penting dalam Imlek. Warna ini identik dengan keberanian, semangat, dan harapan akan keberuntungan.
Karena itu, hampir seluruh ornamen di dalam wihara bernuansa merah.
Ferdy menjelaskan, Imlek merupakan tradisi yang dirayakan masyarakat Tionghoa tanpa memandang latar belakang agama.
“Setiap tahun kurang lebih sama. Yang berbeda biasanya tema dan shio,” ujarnya.
Tahun 2026 memasuki Tahun Kongzili 2577 dengan shio Kuda Api. Secara simbolik, Kuda Api dimaknai sebagai energi, keberanian, dan optimisme.
Logo perayaan nasional juga menampilkan kuda merah yang sedang melompat.
Pada hari H, rangkaian ibadah akan dimulai sejak pagi. Setelah sembahyang, atraksi barongsai dijadwalkan meramaikan suasana.
Pengurus wihara juga menyiapkan pengaturan kedatangan umat agar ibadah berlangsung tertib.
Ferdy berharap perayaan tahun ini membawa semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat Palu.***
Editor : Muhammad Awaludin