Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bank Sampah Poboya Jadi Pilar Dukungan Kota Palu Menuju Adipura Kencana

Agung Sumandjaya • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:56 WIB

Lurah Poboya bersama perwakilan perusahaan, pengelola Bank Sampah, dan relawan lingkungan saat kegiatan Pengenalan Bank Sampah Kabelota Pasinggani di Kelurahan Poboya, Palu, sebagai dukungan Adipura
Lurah Poboya bersama perwakilan perusahaan, pengelola Bank Sampah, dan relawan lingkungan saat kegiatan Pengenalan Bank Sampah Kabelota Pasinggani di Kelurahan Poboya, Palu, sebagai dukungan Adipura
RADAR PALU – Komitmen Kota Palu untuk meraih predikat Adipura Kencana semakin menguat dari level akar rumput.

Salah satu dukungan nyata datang dari Kelurahan Poboya melalui penguatan peran Bank Sampah Poboya, yang menjadi indikator penting dalam penilaian kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan.

Dukungan tersebut disampaikan Muhammad Zulfin, S.A.P, Lurah Poboya, saat kegiatan Pengenalan Bank Sampah Kabelota Pasinggani yang digelar di Kantor Kelurahan Poboya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan bank sampah memiliki posisi strategis dalam mendukung penilaian Adipura Kencana. Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat kelurahan mencerminkan komitmen warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Sinergi lintas sektor juga terlihat dari keterlibatan dunia usaha. PT Bumi Resources Mineral (BRM) melalui perwakilannya, Nurmansyah, menyampaikan apresiasi atas proses pembentukan Bank Sampah Poboya.

Ia menilai tahapan awal pendirian bank sampah bukanlah proses yang mudah, namun menunjukkan perkembangan positif berkat dukungan berbagai pihak. BRM pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan Bank Sampah Poboya ke depan.

Dukungan serupa turut disampaikan PT Citra Palu Mineral (CPM). Melalui M. Rizky Sultan, Officer PPM CSR CPM, perusahaan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi serta membuka peluang kemitraan guna mendukung operasional Bank Sampah Poboya.

Sementara itu, fasilitator lapangan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) Sulawesi Tengah, Marlina, selaku inisiator pembentukan kelompok bank sampah, memaparkan perjalanan pembentukan Bank Sampah Poboya yang dimulai sejak November.

Proses tersebut merupakan bagian dari program SOLUSI Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu, yang tidak terlepas dari berbagai tantangan dalam tahap pembentukan.

“Pastinya banyak tantangan yang dihadapi dalam pembentukan Bank Sampah. Kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, sekaligus berupaya melengkapi dokumen kelembagaan seperti AD-ART dan SOP agar tata kelola Bank Sampah bisa berjalan lebih kuat dan tertib,” tuturnya.

Ketua Bank Sampah Poboya, Yayan Sofyan, menjelaskan filosofi nama Kabelota Pasinggani yang berarti Kebaikan Bersama. Ia mengajak masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan saran, masukan, sekaligus bergabung sebagai anggota bank sampah.

Dari sisi teknis, pengelolaan sampah akan dilakukan melalui sistem penjemputan di setiap RT. Sampah rumah tangga akan dikumpulkan terlebih dahulu di tingkat RT sebelum diangkut ke lokasi Bank Sampah Poboya.

“Nanti kami akan sosialisasi ke setiap RT di Poboya terkait teknisnya. Langkah pertama, kita mengelola sampah plastik dahulu, setelah itu sampah jenis lainnya. Supaya kita dapat belajar dan mengevaluasi jika terdapat kesalahan,” tegas Yayan.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan karung sampah kepada perwakilan setiap RT sebagai simbol kerja sama antara Bank Sampah Poboya dan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas pihak serta partisipasi aktif warga, Bank Sampah Poboya diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung Kota Palu meraih Adipura Kencana. (*/agg)

 

Editor : Agung Sumandjaya
#orang #CPM #alam #Radar Palu #Bank sampah #relawan