RADAR PALU – Status Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu sebagai bandara internasional mendorong rencana perluasan landasan pacu (runway). Salah satu tahap awalnya adalah pembebasan lahan di sekitar kawasan bandara.
Dua wilayah yang terdampak langsung yakni Kelurahan Birobuli Utara dan Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan proses pembebasan lahan direncanakan mulai berjalan tahun ini.
Lurah Birobuli Utara, Rini Suwarni, membenarkan rencana perluasan runway tersebut. Ia mengatakan kelurahan telah menerima informasi resmi dan mengikuti rapat perencanaan.
“Untuk pengembangan runway masuk wilayah Birobuli Utara dan Petobo. Tahun ini mulai tahap pembebasan lahan,” ujar Rini, kepada Radar Palu Jawa Pos Grup, Kamis (29/1/2026).
Rini menyebut, lahan warga yang terdampak akan dibayarkan oleh pemerintah sesuai ketentuan. Lahan yang dibebaskan merupakan lahan kosong yang belum dibangun.
“Yang dibebaskan itu lahan kosong, tapi sudah ada pemiliknya,” katanya.
Hal serupa disampaikan Lurah Petobo, Alfin Hi. Ladjuni. Ia menyebut kelurahan telah menerima informasi awal, namun masih menunggu kepastian harga dari Pemerintah Provinsi.
“Kami masih menunggu ketetapan harga per meter dari pemerintah provinsi,” ujar Alfin, Jumat (30/1/2026).
Alfin menjelaskan, pihaknya belum melakukan sosialisasi kepada pemilik lahan karena khawatir menimbulkan tekanan jika harga belum ditetapkan.
“Kalau harga belum jelas, kami belum berani sosialisasi. Takut masyarakat mendesak soal pembayaran,” ujarnya.
Menurut Alfin, data pemilik lahan sudah ada di tingkat kelurahan. Proses selanjutnya tinggal menyesuaikan jika terdapat lahan yang telah berpindah kepemilikan.
Ia juga menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya perluasan runway direncanakan ke arah selatan bandara, dengan estimasi lebar sekitar 80 meter dan panjang sekitar 250 meter, sambil menunggu surat keputusan resmi.
Pihak kelurahan berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar proses berjalan transparan dan kondusif.
“Kami berharap ada kepastian waktu pengukuran dan harga lahan per meter untuk masyarakat,” tegas Alfin.
Pengembangan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu sejalan dengan program nasional peningkatan konektivitas udara di kawasan timur Indonesia, khususnya untuk mendukung ekonomi dan mobilitas internasional.***
Editor : Muhammad Awaludin