RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten Buol bergerak cepat menangani dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa di Kecamatan Bunobogu, Rabu (28/1/2026), usai mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Daerah (Sekda) Buol, Moh. Yamin Rahim, menegaskan bahwa saat ini fokus utama pemerintah adalah penanganan korban secara menyeluruh, baik yang dirawat di puskesmas maupun rumah sakit.
“Semua kita tangani dulu. Baik yang ada di puskesmas, maupun di rumah sakit. Pokoknya yang ada di sini semuanya kita amankan,” ujar Moh. Yamin Rahim.
Ia menyampaikan, pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh perangkat terkait, termasuk tenaga kesehatan dan unsur pengamanan, untuk memastikan tidak ada korban dengan kondisi signifikan akibat kejadian tersebut.
“Sambil berjalan, kita juga akan melakukan uji laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi siswa dan siswi. Jadi, sampai saat ini belum bisa dipastikan apakah benar penyebabnya dari makanan. Kita tunggu hasil uji lab,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara, jumlah siswa yang mengalami gejala serius dan mendapat penanganan medis di rumah sakit tercatat sebanyak 16 orang, yang berasal dari SDN 7 Bunobogu.
Para siswa tersebut mengeluhkan gejala seperti pusing, mual, dan gangguan kesehatan lainnya.
Sebagai langkah antisipasi, Sekda Buol mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghentikan sementara operasional dapur MBG di Gunung Bogu.
“Saya sudah berkoordinasi, dapur yang ada itu kita hentikan dulu sementara. Besok atau lusa kita akan rapatkan seluruh SPPG yang ada di Buol, supaya kejadian seperti ini tidak terulang dan tidak berlarut-larut,” jelasnya.
Moh. Yamin Rahim juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian tersebut sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi.
“Imbauan kami kepada masyarakat, jangan cepat mengklaim bahwa ini keracunan makanan. Kita tetap menunggu hasil uji laboratorium. Saat ini tim kesehatan dan kepolisian juga sedang bekerja memastikan penyebabnya,” katanya.(acm)
Editor : Mugni Supardi