RADAR PALU – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah secara resmi mengakhiri pelaksanaan Operasi Madago Raya, operasi khusus penanganan terorisme yang selama bertahun-tahun digelar di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Poso dan sekitarnya.
Penegasan tersebut disampaikan langsung Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Dr Endi Sutendi, saat rilis akhir tahun 2025 di hadapan awak media, Selasa (30/12/2025), di lobi utama Mako Polda Sulteng.
Kapolda menegaskan, berakhirnya Operasi Madago Raya merupakan hasil evaluasi strategis Polri atas situasi keamanan yang dinilai semakin kondusif. Meski operasi khusus dihentikan, Polri memastikan tidak ada ruang kosong dalam pengamanan wilayah Sulawesi Tengah.
“Operasi Madago Raya resmi berakhir per 31 Desember 2025. Namun ini tidak berarti negara berhenti hadir dalam menjaga keamanan masyarakat,” tegas Irjen Endi Sutendi.
Diketahui, Operasi Madago Raya merupakan kelanjutan dari rangkaian panjang penanganan terorisme di Poso. Operasi ini bermula dari Operasi Camar Maleo yang berakhir pada 2015, dilanjutkan dengan Operasi Tinombala, hingga akhirnya berganti nama menjadi Operasi Madago Raya sejak 1 Januari 2021.
Pergantian sandi operasi tersebut sekaligus menandai perubahan pendekatan Polri yang tidak hanya menitikberatkan pada penindakan, tetapi juga pencegahan, pembinaan, dan pelibatan aktif masyarakat.
Kapolda menegaskan, meskipun operasi khusus telah dihentikan, aktivitas kepolisian di wilayah bekas operasi tetap berjalan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Seluruh polres jajaran tetap mendapat dukungan penuh dari Polda Sulawesi Tengah untuk menjaga stabilitas keamanan.
“Poso dan wilayah sekitarnya tetap menjadi atensi. Pengamanan dilakukan melalui langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum jika ditemukan pelanggaran atau tindak pidana terorisme,” ujarnya.
Irjen Endi Sutendi menambahkan, pembinaan dan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya di Poso, tetapi juga di Parigi Moutong, Tojo Una-Una, dan wilayah Sulawesi Tengah secara umum.
Sepanjang tahun 2025, upaya deradikalisasi dinilai menunjukkan hasil positif. Sekitar seratusan mantan narapidana terorisme dan simpatisan dilaporkan telah kembali menyatakan komitmen kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kapolda pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga situasi kamtibmas.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan masyarakat, Sulawesi Tengah dapat terus terjaga dalam kondisi aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.
Editor : Wahono.