Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ekspedisi Patriot Identifikasi Komoditas Unggulan dan Hambatan Pembangunan Transmigrasi Palolo

Rony Sandhi • Kamis, 27 November 2025 | 09:21 WIB
Tim ekspedisi Patriot memaparkan temuan penting terkait pengembangan Kawasan Transmigrasi Palolo digelar di Aula Tadulako, Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, Kamis (27/11/2025).
Tim ekspedisi Patriot memaparkan temuan penting terkait pengembangan Kawasan Transmigrasi Palolo digelar di Aula Tadulako, Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, Kamis (27/11/2025).

RADAR PALU - Tiga akademisi dari Universitas Diponegoro (Undip), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Indonesia (UI) memaparkan beragam temuan penting terkait pengembangan Kawasan Transmigrasi Palolo dalam Forum Kolaborasi Pengembangan Kawasan Transmigrasi Palolo yang digelar di Aula Tadulako, Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, Kamis (27/11/2025).

Paparan tersebut merupakan hasil kajian Tim Ekspedisi Patriot yang memetakan potensi, tantangan, dan arah pengembangan wilayah transmigrasi Sigi. Para narasumber merupakan ketua tim teknis dari masing-masing universitas, yakni Dr. Sariffuddin (TEP Undip), Dr. Bramada Winiar Putra (TEP IPB), dan Prof. Dr. Teguh Kurniawan (TEP UI).

Dalam paparannya, Dr. Sariffuddin menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap setiap kawasan transmigrasi karena tiap wilayah memiliki karakteristik serta komoditas unggulan berbeda.

Baca Juga: Pelopor Pendidikan Terintegritas, IMIP Rancang Kawasan Pendidikan Terpadu di Bahadopi 

“Di Oloboju misalnya, ada satu potensi yang tidak dimiliki daerah lain, yaitu lokasinya yang tidak jauh dari pusat pemerintahan. Itu merupakan potensi strategis,” ujarnya.

Sariffuddin juga menegaskan bahwa Kawasan Transmigrasi Palolo telah menjadi Kawasan Prioritas Nasional (KPN), sehingga membutuhkan intervensi pembangunan yang terarah.

“Berdasarkan survei Agustus–Desember 2025, kawasan transmigrasi perlu dukungan pembangunan, baik Bulupountu Oloboju maupun Lembantogoa Palolo, seperti infrastruktur air bersih dan perbaikan akses jalan,” katanya.

Baca Juga: Penyitaan Aset Mantan Kades Fantastis, Ternyata Desa ini Penghasil 

Ia menambahkan, pertanian tanaman pangan dan perkebunan masih menjadi sektor utama penghidupan masyarakat sehingga perlu dukungan teknokratis agar kawasan afirmasi nasional ini menjadi prioritas pembangunan daerah.

Dr. Bramada Winiar Putra menyoroti kultur pertanian masyarakat Sigi yang telah terbentuk jauh sebelum program transmigrasi. Hal itu melahirkan kearifan lokal yang kuat dan menyatu dengan pemanfaatan teknologi pertanian.

“Di Kabupaten Sigi, sebelum transmigrasi mereka sudah bertani. Dasarnya sudah ada, sehingga ketika kawasan ini dibuka dan lahan berkembang, budaya itu menjadi semakin kuat,” ujarnya.

Baca Juga: Gibran Diusulkan Berkantor di IKN Mulai 2026, Komisi II DPR Ungkap Alasannya 

Ia memaparkan kekayaan komoditas yang diibaratkan masyarakat sebagai lima jenis “emas" yakin Emas hijau (sayur-mayur), Emas kuning (padi), Emas hitam (kopi) , emas cokelat (kakao), Emas putih (santan kelapa).

“Artinya, kita punya banyak sekali emas tanpa harus menggali, karena emas itu tumbuh di permukaan tanah,” jelasnya.

Bramada juga menguraikan struktur kelembagaan ekonomi di Palolo yang mencakup koperasi, BUMDes, KUBE, kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan kelompok wanita tani (KWT).

Baca Juga: Prof Zainal Abidin Ingatkan Umat: Jaga Lisan, Jaga Kerukunan di Era Global 

Sementara itu, Prof. Dr. Teguh Kurniawan menyoroti tantangan investasi di kawasan transmigrasi akibat tingginya persepsi risiko di wilayah Pasigala.

“Karena permasalahan gempa Pasigala, orang masih banyak berpikir panjang untuk melakukan investasi. Ini yang harus kita atasi bersama,” tegasnya.

Tim Patriot IPB juga mengajukan tiga rekomendasi strategis untuk percepatan pengembangan kawasan transmigrasi Palolo

Pembangunan kawasan agroindustri Palolo Raya, pembentukan BUMD pertanian dan perkebunan Kabupaten Sigi dan Penguatan pasokan bibit melalui pengembangan kebun induk.

Baca Juga: HYNC Operasikan Pipa Slurry 60 Km, Tekan Emisi Angkutan Nikel hingga 30 Persen 

“Implementasi tiga strategi ini diharapkan menjadi titik balik transformasi pertanian Palolo. Kolaborasi multipihak dan penguatan kelembagaan akan membuka jalan bagi terwujudnya pusat agroindustri yang modern dan berdaya saing,” jelas Putra. 

Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae menegaskan bahwa seluruh kajian akademik tersebut akan menjadi rujukan utama bagi Kementerian Transmigrasi dalam pengembangan Kawasan Transmigrasi Palolo.

“Kajian kolaborasi dari tiga institusi pendidikan bisa berfungsi sebagai basis data yang mencakup seluruh permasalahan yang ada di kawasan transmigrasi Palolo yang telah ditetapkan sebagai skala prioritas,” kata Rizal.

Baca Juga: BRI Sulteng Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Radar Palu, Tekankan Sinergi Media–Perbankan 

Ia menjelaskan, kawasan transmigrasi di Kabupaten Sigi mencakup 37 desa di empat kecamatan: Sigi Biromaru, Sigi Kota, Nokilalaki, dan Palolo.

Menurutnya, masing-masing universitas memberikan rekomendasi berbeda seperti Undip evaluasi kawasan transmigrasi, IPB desain pengembangan komoditas unggulan dan UI model kolaborasi kelembagaan ekonomi.

Bupati juga menyebut bahwa dengan kajian tersebut, dana yang sebelumnya terserap untuk kawasan transmigrasi dapat dialihkan ke desa lain yang lebih membutuhkan seperti Kulawi, Pipikoro, dan Marawola Barat, mengingat kawasan transmigrasi sudah masuk RPJM Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Sampaikan Pengantar Nota Keuangan Raperda APBD 2026 ke DPRD, Pengelolaan Belanja Daerah Diharapkan Tepat Sasaran 

“Kalau sudah masuk dalam RPJM, dia duluan dibiayai baru transmigrasi yang lain,” ujarnya.

Rizal menegaskan bahwa rekomendasi tim akan ditindaklanjuti pemerintah daerah, termasuk memperkuat kelembagaan petani, P3A, dan kelompok pertanian agar tata kelola lahan lebih baik.

Ia menyoroti masih lemahnya manajerial kelompok tani, misalnya dalam pengusulan bantuan alsintan yang kerap hanya menggunakan nama ketua kelompok.

“Leading sector tetap Nakertrans, tetapi harus berkolaborasi dengan PMD, Dinas Pertanian, dan masyarakat,” jelasnya.

Terkait elektrifikasi kawasan transmigrasi Lembang Tengah, Rizal memastikan wilayah tersebut sudah masuk dalam program nasional “listrik masuk desa” melalui MoU antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sigi.

“Saya dipanggil langsung bersama Kadis Nakertrans untuk membuat MoU listrik bagi seluruh wilayah transmigrasi di Kabupaten Sigi,” katanya. (gel)

Editor : Rony Sandhi
#Ekspedisi patriot #Kawasan Transmirasi #sulawesi tengah #kabupaten sigi