Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

KKP–IFAD Matangkan Desain Program Blue Coast untuk Kesejahteraan Pesisir Sulteng

Talib • Rabu, 19 November 2025 | 14:16 WIB

 

Tim Blue Coast bertemu pemangku kepentingan daerah dalam FGD pengembangan ekonomi biru untuk masyarakat pesisir.
Tim Blue Coast bertemu pemangku kepentingan daerah dalam FGD pengembangan ekonomi biru untuk masyarakat pesisir.

RADAR PALU - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) terus mematangkan desain program Blue Coast, sebuah inisiatif yang menargetkan peningkatan kualitas kawasan pesisir dan kesejahteraan masyarakat yang hidup di dalamnya.

Untuk memperkuat perencanaan tersebut, kedua lembaga menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (19/11/2025).

Forum ini menghadirkan para pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari Bappeda dan Dinas Kelautan dan Perikanan, perguruan tinggi, yayasan, APINDO Sulteng, hingga perwakilan masyarakat adat. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan pendekatan partisipatif yang menjadi dasar dari implementasi ekonomi biru berkelanjutan.

FGD dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulteng, Dr. Fahrudin D. Yambas, yang menekankan pentingnya kerja bersama dalam menerapkan program Blue Coast.

Ia menilai bahwa keberhasilan program tidak hanya terletak pada desain teknis, tetapi juga pada sejauh mana komunitas pesisir terlibat dalam prosesnya.

Blue Coast dirancang untuk meningkatkan pendapatan nelayan kecil, memperluas akses perempuan pesisir terhadap kesempatan ekonomi, serta memperkuat pengelolaan sumber daya laut.

Program ini juga menempatkan teknologi hijau sebagai instrumen penting, seperti kapal listrik dan sistem pendingin bertenaga surya yang dapat menekan biaya operasional sekaligus mengurangi emisi.

Selain itu, akses terhadap layanan keuangan dan asuransi bagi masyarakat pesisir menjadi bagian krusial untuk memastikan usaha perikanan mampu berkembang dengan stabil.

KKP dan IFAD menargetkan pelatihan bagi nelayan kecil, pejabat pemerintah, serta penyediaan teknologi ramah lingkungan di berbagai desa pesisir.

FGD penyusunan desain Blue Coast di Kantor Sekretariat Daerah Sulteng menghadirkan pemerintah, akademisi, dan komunitas pesisir.
FGD penyusunan desain Blue Coast di Kantor Sekretariat Daerah Sulteng menghadirkan pemerintah, akademisi, dan komunitas pesisir.

Baca Juga: Kaesang Ledakkan Semangat PSI! Rakorwil Sulteng Berubah Jadi Deklarasi Kemenangan 2029

Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional, Blue Coast diharapkan menjadi langkah nyata menuju tercapainya ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

Dalam forum diskusi kelompok terarah (FGD) bersama Pemerintah Provinsi dan KKP juga dihadiri, Juliane Friedrick selaku targeting, social inclusion and nutrition blue carbon (TBC) menjelaskan bahwa Blue Coast dirancang untuk memperkuat kapasitas kelompok pesisir secara berkelanjutan.

Dari pihak Blue Coast, hadir Lishia Enza sebagai private sector and value chain specialist serta Filiberto Pallisco selaku climate and natural resources procurement specialist.

Keduanya menjelaskan pentingnya kemitraan sektor publik dan swasta dalam mengawal pengembangan ekonomi biru Indonesia.

Sekretaris Apindo Sulteng, Ito Lawputra, menyebut kunjungan tim internasional tersebut sebagai langkah penting untuk memastikan kebijakan dan industri pesisir berjalan searah demi meningkatkan kehidupan masyarakat pesisir.

“Program ini dirancang terarah untuk memajukan ekonomi biru yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan dukungan pelatihan, teknologi hijau, dan akses keuangan, Blue Coast diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat mata pencaharian nelayan kecil serta melestarikan sumber daya laut Indonesia. ***

 

Editor : Talib
#nelayan kecil #Teknologi Hijau #pesisir Indonesia #Blue Coast #Ekonomi Biru