BERAWAL dari sebuah kedai kecil pada 2019, Firzain S. Mandai kini mampu mengembangkan Skolelo Social Area menjadi empat cabang aktif dan tujuh unit kopi keliling yang tersebar di Kota Palu. Perjalanannya tidak mulus, tapi justru di sanalah cerita inspiratif ini dimulai.
Firzain memulai Skolelo pada September 2019. Namun, upaya itu nyaris berhenti ketika usaha tersebut bangkrut pada akhir 2022 hingga awal 2023.
Ia sempat menutup kedai, merefleksikan banyak hal, lalu memulai kembali dari nol dengan menjadi brand consultant dan brand development.
Perubahan besar datang pada Januari 2025 saat ia bertemu seorang partner yang ingin mengembangkan Skolelo, sekaligus menjadi titik balik lahirnya nama baru: Skolelo Social Area, setelah sebelumnya Skolelo dikenal sebagai Skolelo Teman Minum.
Sejak rebranding tersebut, pertumbuhan Skolelo berlangsung cepat. Dalam waktu kurang dari satu tahun, tiga cabang kembali beroperasi aktif dan satu cabang sedang dalam tahap maintenance.
Lokasinya berada di Jl. Kimaja No. 9, Jl. Garuda No. 25 di depan SMA Al-Azhar, Jl. Zebra Raya No. 32 sebagai cabang terbaru, serta Jl. Kartini yang masih dalam perbaikan.
Brand baru ini dibangun dari pembelajaran masa lalu, terutama soal manajemen. Firzain mengakui bahwa dulu, di usia yang lebih muda, ia masih kesulitan memisahkan uang pribadi dan bisnis.
Ia belajar dari pengalaman itu dan membangun sistem yang lebih matang agar usaha bisa bertahan.
Konsistensi menjadi prinsip penting di Skolelo. Selain menjaga kualitas rasa dan pelayanan, setiap bulan tim Skolelo rutin melakukan evaluasi dan pelatihan untuk seluruh karyawan. Semuanya dilakukan agar standar tetap terjaga meski cabang terus bertambah.
Sementara itu, harga yang ditawarkan pun ramah dompet. Sebut saja kopi dibanderol Rp18.000-Rp30.000, sedangkan makanan dijual Rp13.000–Rp35.000.
Skolelo juga membuka kesempatan bagi UMKM lokal untuk menitipkan produk seperti cake dessert dan keripik di setiap cabang, membuat usaha ini tidak hanya tumbuh untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi pelaku usaha lainnya.
Tidak berhenti di kedai, Firzain bersama kakaknya melahirkan inovasi baru berupa Kopi Jitu, brand kopi keliling yang bertujuan membawa kopi berkualitas lebih dekat ke masyarakat. Rencana yang sempat tertunda sejak 2022 itu baru terwujud pada 2025.
Kini terdapat tujuh unit kopi keliling Skolelo yang menyebar di berbagai titik, mulai dari Jl. I Gusti, Kemiri, hingga Kartini.
Harga kopinya sangat terjangkau, mulai Rp7.000–Rp15.000, karena menyasar segmen yang berbeda dari kafe utama. Setiap Jumat, tim Kopi Jitu rutin menjalankan program sosial “Jumat Berbagi”, membagikan kopi gratis di lokasi-lokasi acak yang bisa dipantau melalui akun Instagram @KopiJitu.idn.
Meski banyak inovasi tercipta dari idenya, Firzain menegaskan bahwa keberhasilan Skolelo tidak akan terwujud tanpa dukungan orang-orang di sekitarnya.
Ia menyebut timnya sebagai alasan Skolelo tetap bisa bergerak dan berkembang. Ia juga masih menyimpan banyak rencana untuk masa depan, termasuk memperluas pasar dan membuka cabang baru yang menyasar segmen berbeda.
Kepada anak-anak muda yang ingin memulai usaha, Firzain membagikan nasihat yang lahir dari pengalaman pribadi. Menurutnya, usia 19–22 tahun adalah usia emas untuk mengambil banyak kesempatan.
Ia mengingatkan agar jangan cepat puas, terus mau belajar, berani mengambil risiko yang sudah dipikirkan, dan tetap disiplin serta jujur. Dengan sikap itu, ia percaya apa pun yang dikerjakan akan menemukan jalannya.
Kisah Firzain menjadi pengingat bahwa mimpi besar kadang tumbuh dari box kecil, jatuh bangun adalah bagian dari proses, dan keberanian bangkit kembali bisa membawa seseorang lebih jauh dari yang dibayangkan.(mg2)
Editor : Nur Soima Ulfa