Dalam postingan di media sosialnya mengutarakan kekecewaannya dengan judul “Yusuf Sudah Ditarget”.
Dalam postingan berdurasi 3 menit 29 detik, mantan suami penyanyi dangdut Dewi Perssik itu mengutarakan harapan penonton lomba ini berjalan dengan lancar dengan jujur, dengan terbuka. Harapan penonton begitu. “Kita ngak minta apa-apa, Cuma penilaiannya yang jujur. Yusuf sabar yah. Sedih banget kenapa harus Jusuf yang tersenggol sih,” ucapnya.
Saipul Jamil mengaku postingan di Medsos secara live adalah bentuk kekecewaannya dan kebetulan juga banyak yang bertanya. “Yusuf sayang kan, dia tidak didukung sama juri. Padahal virtual dia banyak lho. Andaikan peraturan sebelumnya tidak dihapuskan, Jusuf akan aman. Kalian tahu apa yang terjadi kalau Yusuf aman ? Semuanya tidak ada yang pulang. Karena memang Yusuf sudah jadi target.Targetnya bukan karena jelas gais, karena memang sudah tidak didemanin sama juri,” kata Saipul sembari tertawa lepas.
Menurut Saipul Jamil, episode kemarin Yusuf pulang bukan karena tidak berkualitas hanya karena jurinya “ngak deman”. “Coba kalau juri masih deman, gue yakin Yusuf masih dipertahankan. Jadi kemarin itu memang sudah diseting Yusuf cuma dapat SO satu, hari keduanya semua dapat SO. Terus battom two-nya, ada anak kesayangannya dia. Itulah trik yah gaiss..itu buat Cuma mengelebui kalian sebagai penonton biar tidak ketahuan memihak gitu. Juri nangis, kan jurinya artis jadi pandai berakting,” ujarnya.
Sebelumnya Netizen juga melampiaskan kekecewaannya terhadap salah satu juri, Soimah yang menyingkirkan Yusuf Donggala dari ajang D'Academy 7-2025 pada Kamis malam 23 Oktober 2025.
Netizen meluapkan kekecewaan mereka dengan memberi berbagai kekecewaan terhadap Soimah melalui akun media sosial group Info Kota Palu Facebook. Selain menyatakan kekecewaan terhadap keputusan juri khususnya Soimah, Netizen juga meminta Soimah “Santet”.
Salah satu akun Facebook @Rulin Sigi meminta juri Soimah disantet dengan postingan menggunakan bahasa lokal difoto yang ada postingan Soimah. “Mba komiu sando2 ri Kota Palu doti hau tona hitu”. Jika diatikan bahasa Indonesia “Mana semua kalian saudara-sudara di Kota Palu Santet saja orang itu (Soimah).(*)
Editor : Rony Sandhi