RADAR PALU – Nama Khofifah Indar Parawansa bukan nama yang asing di dunia politik tanah air.
Perempuan yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur ini, juga memiliki ikata batin tidak hanya dengan Kota Palu namun juga sejumlah tokoh di daerah ini.
Dalam kunjungan Misi Dagang Jawa Timur-Sulawesi Tengah, akhir pekan kemarin (18/10/2025), Khofifah menyampaikan bahwa dirinya dekat dengan sejumlah tokoh politik Sulteng dan saat berkunjung kembali bisa bertemu dengan anak-anak tokoh politik yang dimaksud.
“Pak Kepala Dinas Perindag Sulteng (Richard A Djanggola), sampaikan salam hormat saya kepada pak Longki Djanggola (ayahanda Kadis Perindag) saya berkawan dengan beliau sejak beliau masih Bupati Parimo,” tutur Khofifah saat sambutan kegiatan Misi Dagang yang digelar di salah satu ballroom hotel di Kota Palu.
Tidak hanya Kepala Dinas Perindag Sulteng, Khofifah juga mengaku sangat mengenal ayahanda dari Wakil Gubernur Sulteng, dr Reny A Lamadjido.
“Ayahanda ibu wakil gubernur, bapak Azis Lamadjido juga senior saya. Saya kenal sejak beliau menjadi gubernur dan sekarang bertemu dengan anaknya juga sudah jadi wakil gubernur. Saya juga dulu berkawan dengan Ibu Galib Lasahido istri dari Gubernur Sulteng sebelum pak Azis Lamadjido. Dulu kita sama-sama di DPR RI. Begitu seniornya saya yah? Alhamdulillah sekarang bisa ketemu putra-putri beliau-beliau,” ucap Khofifah setengah bercanda.
Selain itu, Kota Palu bukan daerah yang asing bagi Khofifah. Kota Palu merupakan kota kelahiran sang suami, almarhum Indar Parawansa. “Suami saya lahir, dan ditakdirkan meninggal juga di kota (Palu) ini. Alfatihah buat almarhum,” sebut Gubernur Jatim sembari menunduk dan mengirimkan doa.
Untuk diketahui selain melaksanakan misi dagang dengan Pemprov Sulteng, pada Jumat (17/10/2025), Khofifah juga melaksanakan silahturahmi bersama masyarakat Sulteng asal Jatim. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah optimis bahwa Forum Silaturahim ini bukan sekadar membangun partnership berbasis pada ekonomi, namun juga pada kearifan lokal yang dimiliki kedua wilayah. Pasalnya, dalam forum ini juga akan dilakukan transformasi teknologi peternakan, pertanian hingga perdagangan.
"Tidak sekadar transaksi dagangnya tetapi proses transformasi teknologi pertanian dan juga peternakan dari Jatim ke Sulteng," ucap Gubernur Khofifah.
Ia melanjutkan, forum ini sendiri adalah rute dari proses untuk memperkuat kemitraan perdagangan Jawa Timur dengan provinsi mitra. Serta, merupakan upaya bersama untuk mengembangkan jaringan pasar, memperkuat kerja sama antar daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong peluang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha Jatim dan Sulteng di berbagai sektor. Biasa dalam proses misi dagang, kita memberseiringi dengan pertemuan warga provinsi mitra asal Jatim," jelasnya. (agg)
Editor : Agung Sumandjaya