RADAR PALU – Jagat media sosial digemparkan dengan unggahan yang menyoroti dugaan kasus perundungan (bullying) terhadap seorang santri di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Hikmah Kotanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong. Korban, bernama Alwisnu Syahputra (13 tahun), dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 14 Oktober 2025, di RSUD Tombolotutu Tinombo.
Kasus ini mencuat setelah akun Facebook atas nama Nani Eryk, yang diduga merupakan pihak keluarga korban, mengunggah keterangan bahwa sebelum meninggal dunia, Alwisnu sempat mengaku kepada orang tuanya telah menjadi korban kekerasan fisik oleh santri lain. Dalam unggahan tersebut, keluarga mempertanyakan tanggung jawab pihak pondok yang disebut tidak hadir saat pemakaman korban.
“Kalau kalian membenarkan tidak ada bullying di pondok, apakah Alwis berbohong ketika dia sendiri yang menyampaikan kepada orang tuanya? Di tubuhnya banyak luka lebam dan bengkak, bahkan perawat di puskesmas menanyakan hal itu,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga menampik kabar yang menyebut korban meninggal akibat Demam Berdarah (DBD). Menurut keluarga, pihak rumah sakit tidak pernah menyampaikan diagnosis tersebut. Mereka menilai dugaan kekerasan yang dialami korban perlu diusut tuntas agar tidak terulang kembali.
Sementara itu, pihak Pondok Pesantren Salafiyah Al-Hikmah melalui video klarifikasi yang disampaikan oleh Ustaz Wargono selaku pimpinan pondok, memberikan penjelasan terkait kronologi sakitnya korban. Ia menyebut, Alwisnu telah meminta izin kepada orang tuanya untuk berobat sejak 8 Oktober 2025, dan sempat dirawat di Puskesmas Lambunu 2 hingga tanggal 9 Oktober 2025.
“Berdasarkan informasi dari petugas kesehatan, almarhum kemudian dibawa pulang ke rumahnya di Desa Kayu Agung. Pada 13 Oktober, ia kembali dibawa ke Puskesmas Mepanga, lalu dirujuk ke RSUD Tombolututu Tinombo,” jelas Wargono.
Ia menegaskan bahwa pihak pesantren sangat berduka atas meninggalnya Alwisnu Syahputra dan turut mendoakan almarhum. “Kami sangat menyayangi Alwisnu, sebagaimana kami menyayangi seluruh santri. Kami berharap hasil visum dapat menjelaskan secara terang penyebab meninggalnya almarhum,” ujarnya.
Editor : Wahono.