RADAR PALU – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palu menuai apresiasi atas perubahan sistem pelayanan yang dinilai lebih humanis dan bersahabat bagi wajib pajak.
Hal itu disampaikan Kepala Divisi Pemasaran Bank Sulteng, Wirdaningsih, dalam kegiatan Taxpayers’ Charter 2025 di Aula KPP Pratama Palu, Rabu (10/9/2025).
Menurut Wirdaningsih, pelayanan pajak kini berbeda jauh dengan pola lama yang kerap menimbulkan rasa takut.
“Sekarang pelayanannya lebih humanis, tidak seperti dulu yang membuat orang segan bahkan takut. Banyak saudara kita yang nonpribumi sebagai pengusaha sering merasa was-was ketika mendengar petugas pajak. Tapi itu sudah berubah,” ungkapnya.
Ia mengajak wajib pajak tidak lagi ragu berkomunikasi dengan petugas pajak ketika menghadapi kesulitan terkait kewajiban perpajakan. Apalagi, kata dia, KPP Pratama Palu juga menjadi mitra Bank Sulteng dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan sekarang lebih terbuka dan transparan. Petugas lebih proaktif dan benar-benar membantu wajib pajak yang kesulitan atau belum paham,” jelasnya.
Wirdaningsih menambahkan, keberadaan Account Representative (AR) pada masing-masing perusahaan memudahkan wajib pajak berkoordinasi soal kewajiban maupun hal-hal teknis perpajakan.
Keberadaan AR juga dianggap mampu mengurangi risiko kesalahan atau ketidakpatuhan.
Atas berbagai inovasi pelayanan, KPP Pratama Palu telah mengantongi sejumlah penghargaan dari Kementerian PANRB maupun lembaga lain.
Di antaranya, Unit Penyelenggaraan Pelayanan Publik Terbaik sebagai penyedia sarana dan prasarana ramah kelompok rentan (2023), Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK), serta Pelayanan Prima Lingkup Kementerian/Lembaga dalam Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) tahun 2022.
Kepala KPP Pratama Palu, Tommy Yulianto, menyambut baik apresiasi tersebut. Menurutnya, penghargaan dan kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi jajaran KPP Pratama Palu untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan berorientasi pada kepuasan wajib pajak. ***
Editor : Agung Sumandjaya