RADARPALU - Ironi terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Meski dikenal sebagai lumbung beras terbesar di provinsi ini, harga beras di pasar lokal dilaporkan sempat melonjak drastis hingga menyentuh Rp18.000 per kilogram. Kenaikan ini memicu kekhawatiran masyarakat dan langsung ditanggapi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Gubernur Anwar Hafid pun menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk segera turun tangan menstabilkan situasi. Dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulteng, Rudi Dewanto, tim TPID bersama stakeholder terkait melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional dan gudang BULOG.
Pengecekan dilakukan di Pasar Tagonu Parigi dan Pasar Tolai. Hasilnya, ditemukan bahwa harga beras medium masih sesuai HET nasional Rp12.500/Kg. Jenis beras premium dijual sekitar Rp16.000/Kg.
"Yang jadi masalah adalah arus keluar beras ke luar provinsi. Petani lebih memilih menjual ke Gorontalo dan Manado karena harga lebih tinggi," ujar Rudi Dewanto dalam rapat bersama pemda setempat, Jumat (18/7).
Sebagai solusi, pemerintah mendorong petani menyisihkan 20 persen hasil panennya untuk BULOG. Ini merupakan bagian dari kesepakatan bersama yang sudah dibuat awal 2025 antara Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, BULOG, pengusaha penggilingan padi, dan Kodam XIII/Merdeka.
Pimpinan Wilayah Perum BULOG Sulteng, Elis Nurhayati, memastikan ketersediaan stok sangat aman. Hingga 17 Juli 2025, terdapat 10.653 ton beras di tiga gudang wilayah Parigi Moutong.
Tak hanya itu, BULOG juga ditugaskan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan 13.056 ton beras program SPHP sepanjang Juli–Desember 2025. Beras SPHP dijual Rp11.000/Kg dari gudang dalam kemasan 5 Kg, dan disebar melalui pasar rakyat, koperasi desa, serta Gerakan Pangan Murah (GPM).
Pemerintah juga tengah menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 4.483 ton untuk alokasi Juni–Juli kepada lebih dari 224 ribu penerima manfaat berdasarkan data dari Kementerian Sosial.
Kombinasi antara intervensi distribusi SPHP, pemetaan arus beras, dan pemanfaatan stok pemerintah diharapkan dapat menekan harga dan menjamin pasokan di daerah penghasil beras itu sendiri.
Editor : Muhammad Awaludin