Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Grand Sya Hotel Resmi Dibuka, Tawarkan Konsep Klasik Modern Bernuansa Lokal

Taswin • Sabtu, 28 Juni 2025 | 11:11 WIB
Soft Opening yang dirangkaikan dengan pengajian sekaligus peresmian Grand Sya Hotel Palu, Jumat (27/6).
Soft Opening yang dirangkaikan dengan pengajian sekaligus peresmian Grand Sya Hotel Palu, Jumat (27/6).

RADAR PALU - Pepatah "Setelah Hujan Terbitlah Pelangi" tampaknya tepat menggambarkan perjalanan Syafruddin, pemilik Hotel Grand Sya di Kota Palu, yang dulunya dikenal dengan nama Hotel The Sya.

Syafruddin, kembali menghadirkan hotel ini dengan wajah baru setelah sebelumnya luluh lantak akibat gempa bermagnitudo 7,4 yang melanda Kota Palu pada 2018 silam.

Hotel yang dulunya dikenal dengan nama The Syah Hotel kini hadir dengan identitas baru: Grand Syah.

Baca Juga: Hijaukan Situs Megalit, 100 Pohon Mahoni Ditanam di Pokekea

Peresmian hotel ditandai dengan kegiatan soft opening yang dirangkaikan dengan pengajian pada Jumat (27/6), bertempat di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur.

Dalam sambutanya, Syafruddin tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. Di hadapan tamu undangan dan awak media.

Ia menuturkan bahwa kebangkitan Grand Sya Hotel bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi simbol perjuangan batin dan semangat tak kenal menyerah.

Baca Juga: Longsor Diduga Akibat Tambang Ilegal, Jatam Minta Negara Bertanggungjawab dan Copot Kapolda Sulteng

"Kalau sesuatu dikerjakan dengan hati dan kesungguhan, jangan pernah takut. Pasti akan ada jalannya," ujarnya tegas, dengan mata berkaca-kaca.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Grand Sya Hotel di tengah kota bukan hanya menambah infrastruktur perhotelan berbintang, tetapi juga menjadi tonggak pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“Kami ingin Palu bangkit, dan Grand Sya Hotel menjadi bagian dari perjalanan itu. Ini bukan hanya tentang bisnis, tapi tentang harapan,” tambahnya.

Baca Juga: Lihai Mainkan Dana Desa, Bendahara Oyom Terancam 20 Tahun Penjara Kades Ikut Ditangkap, Diduga Ada Pembiaran dan Ikut Menerima

Kehadiran kembali hotel ini disambut hangat oleh masyarakat dan pelaku usaha pariwisata. Selain menambah kapasitas hunian, Grand Sya Hotel juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menjadi tempat berkumpulnya ide, pertemuan, hingga kenangan baru bagi kota yang telah melewati badai.

Palu boleh retak, tapi semangat warganya tetap utuh. Dan hari ini, Grand Sya Hotel berdiri menjadi saksi bahwa dari puing-puing kehancuran, kebangkitan selalu mungkin asal dikerjakan dengan cinta.

Hotel Grand Sya hadir di Kota Palu dengan konsep unik yang memadukan standar pelayanan internasional dan sentuhan lokal yang kental. Hal ini disampaikan langsung oleh General Manager Hotel Grand Sya, Guntoro Purnomo.

Baca Juga: Bendahara dan Kepala Desa di Tolitoli Gunakan Dana Desa untuk Beli Motor, Beli Laptop Hingga Membangun Rumah

“Kami tetap mengedepankan standar internasional, artinya mutu tetap menjadi prioritas. Jadi kita juga punya mutu (We will deliver our excellent servis), kita mau memberikan service juga yang terbaik,” ungkap Guntoro.

Konsep yang diusung oleh Hotel Grand Sya adalah klasik modern dengan muatan lokal yang kuat. Menurut Guntoro, unsur lokal tidak mengurangi esensi kemewahan atau nilai modernitas dari hotel tersebut.

“Konsepnya modern, klasik modern tepatnya. Tapi kami benar-benar menyematkan banyak muatan lokal di dalamnya. Tema yang kami angkat adalah differentiated, artinya beda dari hotel lainnya,” jelasnya.

Baca Juga: Bendahara dan Kepala Desa di Tolitoli Gunakan Dana Desa untuk Beli Motor, Beli Laptop Hingga Membangun Rumah

Salah satu pembeda mencolok adalah penggunaan unsur seni di berbagai sudut hotel. Guntoro menambahkan, pengalaman menginap di Hotel Grand Sya bukan hanya soal beristirahat.

Konsepnya banyak bermain di art. Selain itu, hotel ini juga menggunakan banyak bahan lokal seperti batu, kayu hitam, dan lainnya. Semua itu guna menciptakan karakter yang berbeda dibanding hotel lain di Palu.

Dia juga membeberkan kata ‘Sya’ merupakan bagian dari nama sang pemilik, Syahfruddin. sementara kata "Grand" merupakan makna yang merujuk pada sesuatu yang ingin tumbuh besar.

“Tamu yang menginap di sini tidak hanya tidur, tapi bisa menikmati suasana yang kaya akan nilai seni dan budaya. Di restoran, misalnya, kami hadirkan galeri lukisan yang bisa dinikmati sambil makan. Ini menjadi pengalaman yang berbeda dan tidak dimiliki hotel lain,” tutur Guntoro. (win)

Editor : Taswin
#Grand Sya #gempa #hotel