Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

FKIP Untad-Dinas Pangan Sulteng Kembangkan Literasi Pangan Bagi Anak di Komunitas Adat Terpencil

Agung Sumandjaya • Jumat, 27 Juni 2025 | 14:36 WIB
Dekan FKIP Untad, Jamaludin (tiga dari kanan) foto bersama Wakil Bupati Sigi, Samuel Y Pongi (tiga dari kiri) bersama tim penyusun serta pejabat Pemkab Sigi, saat konsultasi sebelum turun lapangan.
Dekan FKIP Untad, Jamaludin (tiga dari kanan) foto bersama Wakil Bupati Sigi, Samuel Y Pongi (tiga dari kiri) bersama tim penyusun serta pejabat Pemkab Sigi, saat konsultasi sebelum turun lapangan.

RADAR PALU – Dalam upaya mendorong gaya hidup sehat sejak dini, tim peneliti dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad bersama Dinas Pangan Sulawesi Tengah tengah melakukan penelitian kolaboratif.

Adapun penelitian itu mengambil judul “Edukasi dan Literasi Pangan dalam Mendorong Gaya Hidup Sehat Siswa Sekolah Dasar di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sulawesi Tengah”.

Penelitian kolaboratif antara FKIP dan Dinas Pangan Sulteng ini, sebelumnya ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dekan FKIP Untad, Dr Jamaludin M.Hum dan Kepala Dinas Pangan Sulteng, Iskandar Nongtji ST., MM beberapa waktu lalu.

Penelitian ini fokus pada pengembangan model edukasi pangan yang mampu membentuk kebiasaan makan sehat pada anak-anak sekolah dasar, terutama yang tinggal di wilayah KAT yang ada di Kabupaten Sigi.

Berdasarkan data BPS Sulawesi Tengah tahun 2023, prevalensi anak dengan status gizi kurang masih mencapai 20% di sejumlah daerah terpencil.  Kondisi ini diperparah dengan rendahnya literasi pangan masyarakat, yang berdampak pada tingginya risiko malnutrisi, defisiensi mikronutrien, hingga stunting dan obesitas pada anak usia sekolah. 

Salah satu tim penyusun, Dr. Minarni Nontji, S.Pd., M.Si, menegaskan pentingnya pangan sebagai aspek fundamental dalam kehidupan manusia. “Pemahaman terhadap pangan yang sehat sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak. Oleh karena itu, literasi pangan harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan,” jelas Minarni, usai seminar proposal penelitian ini, Kamis (26/6/2025) di FKIP Universitas Tadulako.

Guru dan tenaga pendidik memegang peran penting kata dia, sebagai penggerak kebiasaan makan sehat. Mereka tidak hanya menyampaikan pengetahuan di kelas, tetapi juga menjadi panutan dalam penerapan pola makan sehari-hari. Edukasi tentang pangan sehat dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran seperti IPA, IPS, dan Pendidikan Jasmani.

Namun, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi guru, seperti kurangnya pelatihan tentang edukasi pangan, terbatasnya waktu dalam kurikulum, dan minimnya dukungan institusi sekolah. Solusi yang ditawarkan antara lain pelatihan intensif bagi guru, integrasi materi gizi ke dalam pembelajaran lintas mata pelajaran, serta penerbitan kebijakan sekolah yang mendukung program pangan sehat.

Tak hanya sekolah, peran keluarga dan masyarakat adat juga sangat penting. Anak-anak lebih mudah meniru kebiasaan makan orang tuanya.  Oleh karena itu, keterlibatan orang tua dalam menyediakan makanan bergizi di rumah dan memberi contoh pola makan sehat sangat diperlukan. Di sisi lain, tokoh adat dan tetua kampung juga dapat berkontribusi dengan memperkenalkan nilai-nilai lokal dan pangan tradisional sehat yang mendukung pola makan bergizi.

“Keberhasilan edukasi pangan tidak hanya ditentukan oleh informasi yang diberikan, tapi juga bagaimana informasi itu bisa diterapkan secara nyata di lingkungan masyarakat adat,” ujar Minarni.

Dengan pendekatan literasi yang menyentuh sekolah, keluarga, dan komunitas, diharapkan program ini menjadi model edukasi pangan yang dapat direplikasi di berbagai daerah terpencil dengan karakteristik sosial-budaya serupa.

Tim penelitian ini terdiri dari para akademisi lintas bidang yang berkompeten di bidangnya, yaitu: Dr. Minarni Nontji, S.Pd., M.Si, Dr. Lukman, M.Hum (Kepala LPPM Untad), Dr. Sahrul Saehana, M.Si (Wakil Dekan Bidang Akademi FKIP Untad), Dr. Darsikin, M.Si (Wakil Dekan Bidang Keauangan FKIP Untad), Dr. Kasmudin Mustapa, S.Pd., M.Pd, Dr. Idrus, S.Pd., SH, M.Si, Dr. Hakim Laenggeng, M.Kes serta Muhammad Zaky, S.Pd., M.Pd serta Dr Adrianton MP, Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian.

Untuk diketahui, penelitian ini telah dilakukan sosialisasi di sejumlah sekolah yang memiliki siswa berasal dari KAT seperti di wilayah Marawola Barat, Kabupaten Sigi mulai dari tanggal 23 Juni hingga 25 Juni 2025. Masing-masig SD Negeri Balane, SD Negeri Taipanggabe dan SD Inpres Matantimali. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara sektor pendidikan dan pangan dalam membangun masa depan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini kurang tersentuh akses informasi dan layanan dasar. (agg)

Editor : Agung Sumandjaya
#Adat #gizi #anak-anak #untad #MBG 2025 #fkip #kabupaten sigi