PALU-Salah seorang tokoh masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng), Nurdin Usman, meminta kepada Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid dan Wakil Gubernur (Wagup) Sulteng dr. Hj. Renny Lamadjido agar tidak mengakomodir calon pejabat eselon 2, setingkat Kepala Dinas (Kadis) dan Kepala Badan (Kaban) di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah berdasarkan titipan.
Dalam sorotannya, Nurdin menyodorkan sebuah solusi sebaiknya pejabat yang akan dipilih oleh Gubernur dan Wagub adalah figur yang memiliki integritas, kapasitas dan kapabilitas sesuai dengan basic pendidikannya untuk memimpin sebuah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Sulteng.
“Pasca jobfit diusahakan penempatan Kadis baru dan Kaban baru
“Diupayakan, seorang calon itu memiliki leadership yang berkarakter mumpuni. Sesuai dengan basic pendidikannya, dan job discriptionnya, “ tegas Nurdin, yang juga kader Partai Demokrat ini.
Ditegaskannya, jangan sampai terulang kembali seperti pemerintahan sebelum-sebelumnya seorang Kadis maupun Kaban tidak sesuai dengan kapasitas keilmuannya, tidak profesional. Tetapi yang dipilih adalah seorang Kadis dan Kaban yang mampu menguasasi teknis di bidang yang teknis.
Sehingga untuk menuju Sulawesi Tengah Nambaso sesuai dengan visi dan misi Gubernur, seorang Kepala Dinas dan Kepala Badan itu berkualitas, yang didukung sesuai dengan latar belakang pendidikan teknisnya.
“Harapan kami sebagai masyarakat Sulawesi Tengah, mendukung semua program Gubernur. Membackup visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng. Agar program Berani Nambaso ini tercapai, maka tempatkanlah orang itu sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya. Bukan berdasarkan titipan, “ tegas Nurdin.(mch)
Editor : Muchsin Siradjudin