RADAR PALU – Memastikan ritual ibadah selama Ramadan berjalan kondusif dan aman, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli rutin menggelar sterilisasi blok hunian, sejak Rabu (18/02/2026).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi deteksi dini untuk memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib) selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin ke-6 mengenai pemberantasan peredaran narkoba dan pencegahan berbagai modus penipuan di lingkungan Lapas dan Rutan.
Selain itu, razia merupakan tindak lanjut atas instruksi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah terkait kewaspadaan dini menjelang hari besar keagamaan.
Operasi penggeledahan dimulai dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib (Peltatib) bersama Kasubsi Keamanan.
Tim yang diterjunkan terdiri dari personel Staf Kamtib, Regu Jaga Pagi, serta melibatkan CPNS sebagai bagian dari penguatan fungsi pengawasan dan peningkatan kompetensi lapangan bagi petugas muda.
Selain itu, sterilisasi blok hunian adalah prioritas utama untuk menjamin kenyamanan seluruh penghuni dalam beribadah.
"Kami berkomitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan potensi gangguan lainnya. Fokus kami memastikan situasi tetap kondusif sehingga warga binaan dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan dengan khusyuk dan tenang," ujar Mansur.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyisir setiap sudut kamar hunian secara teliti. Meskipun dilakukan dengan ketat, Kasubsi Keamanan, Nur Amry Abdi memastikan bahwa seluruh personel tetap mengedepankan sisi humanis.
“Sesuai SOP, kami mengedepankan pendekatan persuasif kepada warga binaan. Razia dilaksanakan dengan tegas namun tetap santun agar tidak menimbulkan kegaduhan. Ini murni langkah preventif untuk memastikan tidak ada benda terlarang yang masuk ke dalam kamar hunian,” jelasnya.
Dari hasil penyisiran tersebut, petugas menemukan sejumlah benda yang dilarang berada di dalam blok hunian, yakni dua buah sendok besi, dua buah paku, dan satu buah gelas kaca. Temuan tersebut langsung didata dan diamankan untuk selanjutnya dilakukan pemusnahan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kasubsi Peltatib Yoga Sapta Mahardika menambahkan, sinergi dan disiplin petugas adalah kunci utama dalam menjaga marwah institusi.
“Pengawasan yang konsisten dan terukur adalah kunci untuk mencegah potensi pelanggaran sejak dini. Kami ingin memastikan situasi Lapas tetap stabil, sehingga seluruh program pembinaan selama bulan suci dapat berjalan maksimal tanpa kendala berarti,” pungkasnya.
Melalui operasi ini, Lapas Kelas IIB Tolitoli menunjukkan kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan religius bagi seluruh warga binaan selama Ramadan 1447 Hijiriyah.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin