Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Simbol

Muchsin Siradjudin • Selasa, 17 Februari 2026 | 11:20 WIB
DIALOG: Tampak anggota DPR RI, H. Muhidin Said bersama warga Kota Palu, Foto bersama usai mendengarkan paparan tentang empat pilar MPR RI, Minggu (15/2/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
DIALOG: Tampak anggota DPR RI, H. Muhidin Said bersama warga Kota Palu, Foto bersama usai mendengarkan paparan tentang empat pilar MPR RI, Minggu (15/2/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU - Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan oleh Anggota MPR/DPR RI Dapil Sulawesi Tengah, H. Muhidin M. Said, berlangsung penuh antusias di Kota Palu, minggu 15 /02/2026.

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari Kecamatan Palu Selatan dan Mantikulore ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat.

Dalam pemaparannya, H. Muhidin M. Said menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol yang megah di dinding sekolah atau gedung pemerintahan. Menurutnya, esensi Pancasila terletak pada perilaku nyata setiap warga negara.

“Pancasila tidak selalu hadir melalui pidato besar. Ia hadir dalam tindakan-tindakan kecil namun fundamental,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa menghadirkan Pancasila dalam sendi kehidupan berarti menjadikan nilai-nilainya sebagai standar moral, kompas etika, dan landasan interaksi sosial.

Pada dimensi Ketuhanan, Pancasila hadir ketika masyarakat mampu menghormati perbedaan keyakinan tanpa merasa paling benar serta menjaga integritas dan kejujuran dalam bekerja.

Pada dimensi Kemanusiaan, Pancasila tampak dalam empati sosial, kepedulian terhadap sesama, serta penolakan terhadap segala bentuk perundungan dan diskriminasi, khususnya di tengah tantangan individualisme digital saat ini.

Sementara itu, pada dimensi Persatuan, Pancasila menjadi jangkar yang menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman suku dan bahasa. Muhidin menekankan pentingnya menolak penyebaran hoaks dan informasi provokatif yang dapat memecah belah masyarakat.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa Pancasila harus menjadi solusi modernitas di era kecerdasan buatan dan globalisasi tanpa sekat.

Tanpa nilai Pancasila sebagai filter, bangsa Indonesia berisiko kehilangan arah dan identitas. Ia mengingatkan agar semangat gotong royong tidak tergantikan oleh persaingan yang saling menjatuhkan, serta demokrasi tetap berlandaskan hikmat kebijaksanaan melalui musyawarah, bukan sekadar dominasi modal atau kekuatan suara.

“Pancasila harus bertransformasi dari hafalan menjadi tindakan. Jika kebijakan pemerintah didasari keadilan sosial dan perilaku masyarakat dilandasi rasa kemanusiaan, maka Indonesia akan maju secara ekonomi dan mulia secara peradaban,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Musakkir Tawil dari Universitas Tadulako sebagai pemateri kedua menegaskan bahwa dialog yang berlangsung dalam kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata Pancasila dan UUD 1945.

Ia mengapresiasi kehadiran Muhidin M. Said yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendengarkan aspirasi masyarakat dan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang disampaikan dalam sesi dialog.

Kegiatan ini turut dihadiri dan didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Palu Muhlis U. Aca serta Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Palu Erman Lakuana.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan identitas dan pedoman hidup berbangsa yang harus dihadirkan dalam keseharian.(***)

 

  

Editor : Muchsin Siradjudin
#Melaksanakan dan mengamalkan Pancasila #Memberikan solusi menyelesaikan persoalan #Berlangsung antusias #Dialog warga dengan anggota DPR RI