RADAR PALU - Awal tahun dibuka dengan pergerakan harga yang masih terasa di Sulawesi Tengah. Inflasi tahunan pada Januari 2026 tercatat berada di level 4,55 persen.
Data ini memberi gambaran awal kondisi harga kebutuhan rumah tangga, terutama di tengah penyesuaian biaya hidup di sejumlah daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi year on year (y-on-y) Sulawesi Tengah pada Januari 2026 sebesar 4,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,72.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Tolitoli sebesar 6,54 persen dengan IHK 116,03. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Morowali sebesar 2,63 persen dengan IHK 109,64.
Kenaikan harga secara tahunan terutama dipengaruhi kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang utama inflasi.
Selain itu, kenaikan indeks harga tercatat pada kelompok kesehatan, transportasi, rekreasi, olahraga, dan budaya, pendidikan, penyediaan makanan dan minuman/restoran, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Di sisi lain, beberapa kelompok justru mengalami penurunan indeks harga. Di antaranya pakaian dan alas kaki, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
Secara bulanan, inflasi month to month (m-to-m) Januari 2026 tercatat sangat tipis, yakni 0,01 persen. Angka yang sama juga tercermin pada inflasi year to date (y-to-d) hingga Januari 2026 sebesar 0,01 persen.
Secara nasional, awal 2026 ditandai dengan tekanan harga yang masih dijaga dalam kisaran terkendali. Pola inflasi daerah, termasuk Sulawesi Tengah, menjadi salah satu indikator stabilitas harga di tingkat regional.***
Editor : Muhammad Awaludin