Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gubernur Anwar Hafid Tekankan Integritas ASN dalam Pengucapan Sumpah Massal 2025 di Sulteng

Talib • Kamis, 4 Desember 2025 | 10:57 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memimpin pengambilan sumpah dan janji ASN 2025 di Gedung Pogombo, Palu, Kamis (4/12/2025).
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memimpin pengambilan sumpah dan janji ASN 2025 di Gedung Pogombo, Palu, Kamis (4/12/2025).

RADAR PALU - Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., memimpin pengambilan sumpah dan janji Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025 di Gedung Pogombo, Kamis (4/12/2025).

Sekitar 8.000 ASN mengikuti prosesi tersebut, baik secara langsung maupun melalui siaran daring dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar menegaskan bahwa profesi ASN merupakan amanah besar yang harus dijalani dengan penuh syukur dan tanggung jawab.

Ia mengingatkan bahwa jabatan ASN tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang memerlukan kesabaran dan perjuangan.

“Banyak orang di luar sana ingin berada di posisi kalian. Syukurilah amanah ini dan jalani tugas dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Gubernur Anwar kemudian mengisahkan perjalanan awal kariernya sebagai CPNS pada 1989. Saat itu ia memulai dari pangkat IIA dan mengerjakan tugas-tugas dasar seperti mengetik surat, menyiapkan amplop, mengantar dokumen, hingga berkeliling kantor membawa surat ke berbagai instansi.

Pengalaman itu, menurutnya, membentuk karakter kerja yang tidak memilih-milih tugas.

“Saya pernah jadi tukang ketik, pembuat amplop, bahkan pengantar surat. Semua itu proses yang menguatkan saya sampai naik pangkat dari IIA ke 3A, kemudian IVA dan IVB,” tuturnya.

Saat menjabat sebagai camat dan mulai memiliki fasilitas memadai, ia mengaku menghadapi godaan gaya hidup.

Namun, bersama istrinya yang juga ASN, ia memilih untuk tetap hidup sederhana dan mengutamakan kebutuhan rumah tangga.

“Gaya hidup itu godaannya besar. Tapi saya dan istri sepakat, jangan memaksakan kemampuan. Mobil dinas sudah ada, rumah yang harus kita dahulukan,” kata Anwar.

Siap Ambil Risiko demi Integritas

Gubernur Anwar juga menceritakan keberaniannya ketika maju sebagai calon bupati hanya bermodalkan SK pegawai negeri.

Ia mengakui bahwa risiko yang dihadapi tidak kecil, termasuk kemungkinan kehilangan rumah jika gagal.

“Kalau saya tidak terpilih, rumah bisa hilang. Tapi saya tidak mau menggadaikan sumpah ASN untuk mengejar hal lain. Sumpah itu bukan main-main,” tegasnya.


Kepada ribuan ASN yang baru saja mengucapkan sumpah, Gubernur menekankan pentingnya menjadikan sumpah tersebut sebagai pegangan moral sepanjang karier.

Ia meyakini bahwa ASN yang konsisten menjalankan sumpah akan merasakan keberkahan dan kemudahan dalam karier.

“Siapa yang tidak konsisten dengan sumpah dan janjinya, hidupnya tidak akan berkah. Tapi kalau dijalankan dengan ikhlas, karier insyaallah naik terus,” ucapnya.

Ia juga membantah anggapan bahwa ASN masa kini tidak mampu bekerja dengan ikhlas. Menurutnya, ASN justru merupakan barisan penting dalam menjaga integritas negara.

“Kalau ada yang bilang sekarang tidak ada lagi orang bekerja ikhlas, itu salah besar. ASN harus menjadi barisan yang siap bekerja dan menjaga amanah,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Gubernur Anwar mengajak seluruh ASN untuk menjaga disiplin, menjunjung integritas, serta menjadikan sumpah jabatan sebagai kompas dalam menjalankan pengabdian. ***

Editor : Talib
#Anwar Hafid #PEMERINTAH PROVINSI SULTENG #ASN sulawesi tengah #integritas asn #Sumpah ASN