
RADAR PALU – Perekonomian Sulawesi Tengah menunjukkan tren penguatan pada triwulan III 2026. Pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 5,96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,47 persen.
Capaian tersebut juga memperlihatkan peningkatan dibandingkan triwulan II 2026 yang berada di angka 5,06 persen.
Data itu terungkap dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah di Kantor Wilayah BPS Sulteng, Jalan Prof. Moh. Yamin, Palu, Kamis (5/11/2026).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi salah satu penopang utama perekonomian Sulteng. Dua sektor lainnya yang memberikan kontribusi besar adalah pertanian, kehutanan dan perikanan serta pertambangan dan penggalian.
Sementara itu, konstruksi mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 15,13 persen. Angka ini menunjukkan sektor pembangunan fisik menjadi salah satu bidang dengan laju perkembangan paling menonjol selama periode tersebut.
Selain pertumbuhan ekonomi, BPS juga mencatat perubahan pada kondisi ketenagakerjaan di Sulteng berdasarkan data Agustus 2026.
Persentase pekerja formal meningkat menjadi 36,89 persen. Pada periode yang sama, penduduk yang bekerja penuh waktu mencapai 63,25 persen.
Penyerapan tenaga kerja masih terkonsentrasi pada tiga lapangan usaha utama, yakni pertanian, perdagangan dan industri.



