
RADAR PALU - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid memperingatkan para pengusaha di Kabupaten Morowali Utara (Morut) agar segera memperbaiki kerusakan lingkungan akibat aktivitas usaha.
Anwar Hafid menegaskan, pemerintah bersama masyarakat siap melawan jika pengusaha mengabaikan tanggung jawab menjaga kelestarian alam.
Peringatan itu Anwar sampaikan saat menjadi inspektur upacara (Irup) peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Morowali Utara di pelataran Kantor Bupati, Kolonodale, Jumat (23/10/2026).
Di hadapan peserta upacara, Anwar meminta para pengusaha tidak hanya menikmati kekayaan alam Morut, tetapi juga mengambil tanggung jawab untuk memulihkan kondisi lingkungan.
Dia mengibaratkan Morut sebagai seorang gadis cantik yang dinikahkan dengan para pengusaha. Namun, menurutnya, pihak yang memperoleh manfaat dari kekayaan daerah harus ikut menjaga agar lingkungan tidak mengalami kerusakan.
"Tolong kembalikan kecantikannya Morowali Utara itu seperti dulu," tegas Anwar.
Baca Juga: DPRP Palu Sebut 90 Persen Papan Reklame Tak Berizin, PBG Maksimal 28 Hari Kerja
Anwar mengingatkan, eksploitasi sumber daya alam tanpa upaya pemulihan dapat mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
"Karena kalau Komiu tidak kembalikan, saya bersama masyarakat dan Pak Bupati akan melawan kalian," ujar Anwar.
Di kesempatan itu Anwar secara khusus menyinggung perubahan kondisi lingkungan Morut, termasuk kejernihan perairan Teluk Tomori.
Baca Juga: Waspada Radikalisme di Media Sosial,Densus 88 Sosialisasikan Bahaya Konten Kekerasan ke SMKN 2 Palu
Dia mengungkapkan keprihatinan atas hilangnya ikan boto-boto yang dikenal sebagai ikan endemik di kawasan tersebut.
"Komiu sudah bikin pesek dia, komiu sudah bikin hitam dia, komiu sudah hilangkan boto-boto yang ada di Teluk Tomori," kata Anwar.



