Dubes Rusia Kunjungi Sulteng, Investasi dan Pendidikan Jadi Agenda

RADAR PALU – Peluang investasi dan kerja sama pendidikan menjadi agenda utama kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, di Sulawesi Tengah pada 20–22 Oktober 2026.
Kedatangan Sergei bersama rombongan di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 06.14 WITA, disambut Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.
Kunjungan ini membuka ruang penjajakan kerja sama antara Rusia dan Sulawesi Tengah, terutama dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah serta sektor pendidikan. Namun, peluang tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan dengan pihak-pihak terkait.
Selama berada di Sulawesi Tengah, rombongan Dubes Rusia dijadwalkan mengunjungi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah serta Universitas Abdul Aziz Lamadjido. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menjajaki peluang investasi dan kemungkinan kolaborasi di bidang pendidikan.
Peluang kerja sama ini menjadi salah satu hal yang patut dicermati dari kunjungan tersebut. Sebab, manfaatnya bagi daerah akan bergantung pada bentuk kerja sama yang dapat direalisasikan, termasuk peluang yang terbuka bagi dunia usaha dan lembaga pendidikan di Sulawesi Tengah.
Penyambutan di bandara turut diwarnai Tari Mokambu, tarian tradisional untuk menyambut tamu kehormatan. Sergei juga dipasangkan siga, penutup kepala tradisional khas Sulawesi Tengah sebagai simbol penghormatan dalam tradisi penerimaan tamu di Tanah Kaili.
Dalam penyambutan itu, Anwar didampingi Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Rizal Irawan, anggota DPRD Sulawesi Tengah Moh. Hidayat Pakamundi, Ketua Yayasan Universitas Abdul Aziz Lamadjido H. Rendy Lamadjido, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.
Kunjungan yang berlangsung hingga 22 Oktober tersebut menjadi kesempatan bagi Sulawesi Tengah untuk memperkenalkan potensi daerah kepada perwakilan Rusia. Tindak lanjut dari pertemuan dengan kalangan usaha dan perguruan tinggi akan menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana peluang kerja sama itu dapat diwujudkan.***



