
Gubernur Sulteng dan Bupati Tekankan Pentingnya Jemput Bola Anggaran Pusat
RADAR PALU — Pemerintah Kabupaten Buol bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi menggelar acara groundbreaking (peletakan batu pertama) Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dipusatkan di Desa Tamit.
Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, Wakil Bupati (Wabup) Buol Moh. Nasir Daimaroto, anggota Forkopimda, para kepala OPD, jajaran Camat, serta para Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi penguatan ekonomi pesisir dan pemberdayaan nelayan di wilayah Kabupaten Buol.bertempat di desa tamit 25 agustus 2026.
Baca Juga: Bunda Wiwik Apresiasi Kinerja Gubernur yang Disampaikan Saat Silaturahmi Bersama Relawan Koalisi
Pentingnya Menjemput Anggaran Pusat di Tengah Efisiensi
Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, mengawali sambutannya dengan pantun dan ucapan selamat datang kepada Gubernur Sulawesi Tengah beserta rombongan. Dalam laporannya, Bupati Buol menyampaikan sejumlah poin strategis terkait tantangan dan capaian pembangunan daerah.
Tantangan Efisiensi Anggaran: Kabupaten Buol menghadapi kebijakan efisiensi dan reallocasi anggaran daerah yang signifikan, yaitu sebesar Rp87 miliar pada tahun 2025 dan Rp120 miliar pada tahun 2026 (total mencapai sekitar Rp200 miliar lebih dalam dua tahun). Hal ini mengakibatkan sisa anggaran belanja modal APBD 2026 hanya tersisa sekitar 8 persen, yang sangat terbatas untuk membiayai infrastruktur jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas publik lainnya.
Strategi Proaktif Jemput Bola: Menghadapi keterbatasan APBD, Pemerintah Kabupaten Buol secara aktif melobi kementerian di Jakarta sesuai arahan Gubernur. Hasilnya, lebih dari Rp650 miliar anggaran dari APBN dan APBD Provinsi berhasil dialokasikan ke Kabupaten Buol untuk periode 2025–2026.
Rincian Program Utama:
Kampung Nelayan Merah Putih: Pembangunan koperasi dan sarana kampung nelayan di 3 lokasi (Desa Tamit, Desa Taal, dan Desa Komalan Besar) dengan total nilai sekitar Rp14 miliar.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Pembentukan 9 unit koperasi dengan dukungan dana awal sekitar Rp1,58 miliar per unit.
Penguatan Ekonomi/SPPGE: Pelibatan ribuan peserta UMKM/koperasi dengan cakupan manfaat yang luas bagi warga.




