
RADAR PALU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Tengah baru menyentuh sekitar 60 persen. Wilayah desa yang paling membutuhkan justru belum maksimal terjangkau.
Fakta itu mencuat usai pelantikan DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Sulteng di Palu, Sabtu (18/4/2026). Fokus baru langsung ditegaskan: ekspansi ke desa.
Desa Jadi Prioritas, Cegah Anak Tak Makan
Ketua DPW GAPEMBI Sulteng, Zaenal Abidin Ishak, menilai distribusi MBG masih timpang. Program lebih banyak berjalan di perkotaan.
“Ke depan, kami dorong menyasar desa-desa. Harapannya, anak-anak tidak lagi mengalami tidak makan dalam sehari,” tegasnya.
Ia menyebut, penguatan koordinasi antarstruktur—mulai KPPG hingga koordinator wilayah—jadi kunci menata dapur MBG agar lebih merata.
Pengusaha Nombok, Program Belum Balik Modal
Di sisi lain, Ketua Umum DPP GAPEMBI, Alven Stony, membuka realita di balik program nasional ini. Banyak pelaku usaha justru menanggung beban di awal.
“Kami bahkan harus berutang untuk operasional. Sampai sekarang belum kembali modal,” ungkapnya.
Menurutnya, persepsi publik kerap keliru. Program MBG dianggap menguntungkan, padahal banyak mitra masih berjuang menjaga operasional.



