Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

23–26 Maret, Gelombang Laut Sulteng Capai 2,5 Meter

M
Penulis: Mugni Supardi❯

Warna yang mendekati jingga hingga merah, menunjukan pertumbuhan awan yang signifikan dan berpotensi terbentuknya awan Cumulonimbus. Kondisi ini sekitar pukul 16.50 WITA, Senin (22/3/2026)
Warna yang mendekati jingga hingga merah, menunjukan pertumbuhan awan yang signifikan dan berpotensi terbentuknya awan Cumulonimbus. Kondisi ini sekitar pukul 16.50 WITA, Senin (22/3/2026)


Advertisement

RADAR PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al-Jufri Palu mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut di wilayah perairan Sulawesi Tengah.

Peringatan ini berlaku mulai 23 Maret 2026 pukul 08.00 Wita hingga 26 Maret 2026 pukul 08.00 Wita.

Berdasarkan analisis BMKG, tinggi gelombang di sejumlah perairan Sulteng berpotensi berada pada kategori sedang, yakni berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Advertisement

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Perairan Timur Banggai, Perairan Banggai Kepulauan, dan Perairan Banggai Laut.

Selain itu, kondisi cuaca di wilayah perairan Sulawesi Tengah secara umum diprakirakan berawan dengan potensi hujan intensitas sedang pada sore hingga malam hari.

BMKG juga mencatat arah angin dominan bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar 5 hingga 20 knot. Kecepatan angin maksimum terpantau di sejumlah wilayah seperti Perairan Timur Banggai, Teluk Tomini bagian utara, Perairan Palu-Donggala, serta Banggai Kepulauan.

Advertisement

BMKG mengingatkan bahwa kondisi gelombang tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi nelayan dan kapal berukuran kecil.

Perahu nelayan berpotensi terdampak apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.

Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan informasi cuaca maritim terkini sebelum beraktivitas di laut.

BMKG juga meminta agar pelaku pelayaran mempertimbangkan kondisi gelombang dan angin demi keselamatan selama periode tersebut. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Musim Hujan di Palu Diprakirakan Mulai Awal November, Hujan Lebat Belum Berpotensi

Musim Hujan di Palu Diprakirakan Mulai Awal November, Hujan Lebat Belum Berpotensi

BMKG memprakirakan hujan mulai berpeluang turun di Palu pada awal November 2026. Hujan lebat belum berpotensi dalam sepekan ke depan.

Jarak Pandang Menurun akibat Asap, Penerbangan di Palu Terganggu

Jarak Pandang Menurun akibat Asap, Penerbangan di Palu Terganggu

Asap di Palu menurunkan jarak pandang hingga tiga kilometer dan mengganggu penerbangan, menyebabkan sejumlah pesawat terlambat tiba.

Kabut Asap Menyelimuti Palu, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Kabut Asap Menyelimuti Palu, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Kabut asap dan udara berkabut terjadi di Palu. Gubernur Anwar Hafid mengimbau warga memakai masker dan kurangi aktivitas luar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer