Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beasiswa Berani Cerdas Dipotong? Ini Penjelasannya

A
Penulis: Ade Safitri❯

Mahasiswa Untad menunjukkan bukti pencairan beasiswa Berani Cerdas yang diduga mengalami potongan saat pengembalian UKT.
Mahasiswa Untad menunjukkan bukti pencairan beasiswa Berani Cerdas yang diduga mengalami potongan saat pengembalian UKT.


Advertisement

RADAR PALU – Pencairan beasiswa Berani Cerdas di Universitas Tadulako menuai keluhan mahasiswa. Dana yang diterima disebut tidak utuh karena adanya potongan saat pengembalian UKT.

Mahasiswa Keluhkan Potongan Dana

 

Advertisement

 

 

Keluhan muncul dari mahasiswa penerima beasiswa Berani Cerdas yang mengaku dana yang diterima tidak sesuai nominal awal.

Advertisement

Beberapa mahasiswa menyebut terdapat selisih pemotongan saat dana dikembalikan oleh pihak kampus.

“Iyo, 2.5 jadi 2.490,” keluh salah satu mahasiswa terkait dana yang diterimanya.

Mahasiswa lain juga mengaku mengalami hal serupa dengan nominal potongan yang berbeda.

Jumlah Penerima Capai 5.006 Mahasiswa

Berdasarkan data dari Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Universitas Tadulako, terdapat 5.006 mahasiswa yang menerima pengembalian dana beasiswa Berani Cerdas.

Pengembalian ini diberikan kepada mahasiswa yang sebelumnya membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebelum dana beasiswa cair.

Dalam proses pencairan, tercatat adanya biaya transfer antarbank sebesar Rp6.500. 

Besaran Potongan Bervariasi

Meski demikian, sejumlah mahasiswa menyebut potongan yang mereka alami tidak seragam.

Informasi yang dihimpun menyebut potongan berkisar antara Rp6.500 hingga Rp20.000 per mahasiswa.

“Ada juga yang sampai 20 ribu, biasanya karena ditinggal saldo di bank,” ujar mahasiswa lainnya.

Hal ini memicu kebingungan karena besaran potongan dianggap tidak sesuai dengan informasi awal.

Penjelasan Dinas: Dana Dikirim Penuh

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Firmanza, menegaskan bahwa dana beasiswa Berani Cerdas telah dikirim secara penuh sesuai data.

Menurutnya, potongan yang terjadi merupakan bagian dari mekanisme administrasi di tingkat kampus atau perbankan.

“Saya enggak tahu itu urusan administrasi bagaimana ya, kampus ya pastilah ada biaya transfer,” ujarnya.

Ia menilai potongan kecil seperti biaya transfer merupakan hal yang lazim dalam transaksi perbankan. 

Evaluasi Skema Pencairan ke Depan

Firmanza memastikan pemerintah akan mengevaluasi mekanisme penyaluran beasiswa Berani Cerdas agar ke depan tidak menimbulkan keluhan serupa.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengubah pola kerja sama dengan kampus.

“Nanti ke depan kami minta kampus tidak usah lagi kalau mereka mau bayar enggak usah terima,” katanya.***

Advertisement

Artikel Terkait

Mahasiswa Kini Pilih Kerja Tugas di Cafe, Akui Lebih Fokus Meski Boros

Mahasiswa Kini Pilih Kerja Tugas di Cafe, Akui Lebih Fokus Meski Boros

Mahasiswa di Palu memilih mengerjakan tugas di cafe karena lebih fokus meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Pendaftar Beasiswa Berani Cerdas Tembus 25.523 Orang hingga Juni 2026

Pendaftar Beasiswa Berani Cerdas Tembus 25.523 Orang hingga Juni 2026

Pendaftar Beasiswa Berani Cerdas di Sulawesi Tengah mencapai 25.523 orang hingga Juni 2026, pendaftaran masih dibuka

Mahasiswa Penerima Beasiswa Berani Cerdas Harus Pilih Satu Bantuan, Tak Boleh Double Funding

Mahasiswa Penerima Beasiswa Berani Cerdas Harus Pilih Satu Bantuan, Tak Boleh Double Funding

Penerima Beasiswa Berani Cerdas diwajibkan memilih satu program bantuan pendidikan dan tidak boleh menerima ganda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer