Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemarau 2026 di Sulteng Mulai Juni, Puncaknya September

M
Penulis: Mugni Supardi❯

Musim kemarau 2026 di Sulawesi Tengah diprediksi mulai terjadi secara bertahap sejak pertengahan tahun.
Musim kemarau 2026 di Sulawesi Tengah diprediksi mulai terjadi secara bertahap sejak pertengahan tahun.


Advertisement

RADAR PALU – Musim kemarau 2026 di Sulawesi Tengah diprediksi mulai terjadi secara bertahap sejak pertengahan tahun dengan puncak kemarau diperkirakan pada September.

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri, Asep Firman Ilahi, mengatakan berdasarkan prakiraan iklim, awal musim kemarau pada Juni 2026 diperkirakan terjadi di 7 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 24 persen wilayah.

"Kemudian pada Juli 2026, awal musim kemarau diprediksi meluas ke 10 ZOM atau sekitar 34 persen wilayah," sebutnya.

Advertisement

Selanjutnya pada Agustus 2026 kata Asep, sekitar 6 ZOM atau 21 persen wilayah diperkirakan mulai memasuki musim kemarau.

Sementara sebagian kecil wilayah lainnya diprediksi mengalami awal kemarau pada periode September hingga Desember 2026.

Jika dibandingkan dengan kondisi normal, sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah diperkirakan mengalami awal musim kemarau lebih cepat.

Advertisement

Selain itu, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada September 2026 yang diperkirakan melanda sekitar 72 persen wilayah Sulawesi Tengah.

Dari sisi durasi, musim kemarau juga diperkirakan bervariasi. Sekitar 44,8 persen wilayah diprediksi mengalami musim kemarau lebih panjang dari kondisi normal, sedangkan sebagian wilayah lainnya diperkirakan lebih pendek.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian wilayah Sulawesi Tengah berpotensi menghadapi risiko kekeringan yang lebih tinggi, terutama pada periode puncak kemarau.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Kekeringan Parigi Moutong Meluas, 1.400 Hektare Lahan Terdampak

Kekeringan Parigi Moutong Meluas, 1.400 Hektare Lahan Terdampak

Kekeringan Parigi Moutong melanda 9 desa. Sekitar 1.400 hektare pertanian dan perkebunan terdampak setelah hujan tak turun sejak Juni.

Plafon Lobi Kantor Bupati Sigi Ambruk Diguncang Gempa M 6,7, Dinding Bangunan Ikut Retak

Plafon Lobi Kantor Bupati Sigi Ambruk Diguncang Gempa M 6,7, Dinding Bangunan Ikut Retak

Plafon lobi Kantor Bupati Sigi ambruk dan dinding retak akibat gempa M 6,7. BMKG mencatat puluhan gempa susulan.

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Mayoritas Wilayah Palu Hari Ini, Aktivitas Warga Berpotensi Terganggu

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Mayoritas Wilayah Palu Hari Ini, Aktivitas Warga Berpotensi Terganggu

BMKG memprakirakan hujan ringan di sebagian besar wilayah Kota Palu hari ini. Warga diminta waspadai cuaca dan kabut

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer