RADAR PALU – SMA Negeri 1 (SMAN 1) Palu mulai mematangkan persiapan penerimaan peserta didik baru tahun 2026. Sekolah unggulan di Sulawesi Tengah ini menargetkan 15 rombongan belajar (rombel) dengan total kapasitas 540 siswa.
Dari total kuota tersebut, jalur prestasi mendapat porsi 30 persen atau setara 162 kursi. Jalur ini diperkirakan kembali menjadi yang paling diminati sekaligus paling ketat dalam seleksi PPDB SMAN 1 Palu 2026.
Wakasek Bidang Kesiswaan SMAN 1 Palu, Budiono, menyebut komposisi jalur prestasi masih didominasi non-akademik.
"Kalau akademik itu justru sekitar 10 persenan. Yang non-akademik 20 persenan (dari total kuota 30%)," kata Budiono, Senin (30/3/2026)
Menurut Budiono, dominasi prestasi non-akademik bukan tanpa alasan. Selain jumlah cabang lomba yang lebih banyak, minat dan bakat siswa juga lebih beragam di bidang tersebut.
Ia menilai, seleksi akademik cenderung lebih ketat dengan ruang kompetisi yang terbatas. Sementara itu, jalur non-akademik membuka peluang lebih luas bagi calon siswa.
"Kalau non-akademik kan banyak talentanya mereka," ujarnya.
Beberapa cabang yang paling banyak menyumbang sertifikat antara lain olahraga seperti taekwondo, basket, voli, futsal, hingga renang. Selain itu, bidang seni dan tahfiz Al-Quran juga menjadi pertimbangan dalam penilaian.
Dalam mekanisme PPDB SMAN 1 Palu 2026, seluruh prestasi akan dinilai berdasarkan sistem poin. Penilaian mencakup tingkat kejuaraan, mulai dari kota hingga internasional.
"Prestasi itu, akademik, non-akademik, dari tingkat kota, provinsi, nasional, bahkan internasional, masing-masing punya poin," jelas Budiono.
Ia menegaskan, semakin tinggi level prestasi, semakin besar bobot nilai yang diperoleh calon peserta didik.
Selain jalur prestasi, seleksi juga dilakukan melalui jalur domisili. Untuk memastikan akurasi, pihak sekolah memanfaatkan teknologi Google Maps dalam mengukur jarak tempat tinggal calon siswa ke sekolah.
"Jadi radius. Kita patokannya Google Maps, karena itu yang paling akurat," ujarnya.
Penggunaan sistem ini diharapkan meminimalisir kecurangan sekaligus memastikan transparansi dalam proses seleksi PPDB SMAN 1 Palu 2026.
Budiono juga mengingatkan pentingnya kelengkapan dokumen, terutama Kartu Keluarga (KK). Untuk jalur domisili, data kependudukan harus menunjukkan bahwa calon siswa telah tinggal minimal satu tahun.
Ia mencontohkan, banyak pendaftar yang gagal hanya karena dokumen tidak memenuhi syarat administratif.
"Banyak kemarin yang gagal hanya gara-gara dokumen. Misalnya belum satu tahun, itu tidak bisa mendaftar," tegasnya.
Dengan kuota terbatas dan seleksi yang semakin ketat, calon siswa diimbau mempersiapkan prestasi dan dokumen sejak dini agar peluang lolos PPDB SMAN 1 Palu 2026 semakin besar.***
Editor : Muhammad Awaludin