Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

8 Tahun Pascagempa, TK Al-Khairaat 2 Palu Masih Bertahan di Huntara

Ade Safitri • Rabu, 11 Maret 2026 | 15:10 WIB

BELAJAR DI HUNTARA: Kondisi TK Al-Khairaat 2 Palu di hunian sementara sejak bangunan sekolah rusak akibat gempa 2018.
BELAJAR DI HUNTARA: Kondisi TK Al-Khairaat 2 Palu di hunian sementara sejak bangunan sekolah rusak akibat gempa 2018.

RADAR PALU - Nasib pembangunan kembali gedung TK Al-Khairaat 2 di Kota Palu hingga kini masih belum jelas. Delapan tahun setelah gempa bumi dan tsunami 2018 meluluhlantakkan bangunan sekolah tersebut, aktivitas belajar mengajar masih berlangsung di hunian sementara (huntara).

Kepala TK Al-Khairaat 2, Nadiawati, mengaku kondisi tersebut sudah cukup lama dijalani oleh para guru dan murid. Meski berbagai upaya telah dilakukan, pembangunan kembali gedung sekolah belum juga terealisasi. 

 

 

 

"Sudah hampir delapan tahun kami bertahan di huntara. Kadang kami hanya bisa berharap ada perhatian untuk pembangunan sekolah ini," kata Nadiawati. 

Harapan sempat muncul pada 2020. Saat itu dilakukan peletakan batu pertama di lokasi bekas sekolah sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali TK Al-Khairaat 2.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pihak, mulai dari perwakilan Yayasan Alkhairaat hingga pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Saat itu, Wakil Wali Kota Palu, Reny Lamadjido, juga turut hadir dalam seremoni tersebut.

Ketua Majelis Pendidikan Alkhairaat, Yusri, membenarkan adanya kegiatan peletakan batu pertama tersebut. Namun, hingga kini pembangunan fisik belum juga berjalan.

"Saya belum menjabat waktu itu. Tapi setelah saya melihat kondisi TK Al-Khairaat 2, saya langsung bertemu Ketua Umum PB Alkhairaat. Katanya memang benar ada pejabat yang hadir saat peletakan batu pertama," ujar Yusri saat ditemui, Rabu (11/3/2026). 

Melihat kondisi yang belum berubah, pihak yayasan kini memilih langkah lain dengan mendorong pengajuan proposal bantuan pembangunan ke pemerintah pusat.

Menurut Yusri, pengajuan dilakukan melalui jalur revitalisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia bahkan turun langsung mendampingi kepala sekolah dan operator untuk memastikan semua syarat administrasi terpenuhi.

Langkah tersebut dilakukan setelah dirinya mengunjungi TK Al-Khairaat 2 pada 29 Januari 2026 lalu.

"Fokus kami sekarang memastikan persyaratan administrasi lengkap agar bantuan dari pusat bisa segera diproses," jelasnya.

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang memperlambat pembangunan kembali sekolah tersebut. Baik kondisi keuangan yayasan maupun kemampuan anggaran pemerintah daerah dinilai belum memungkinkan untuk membiayai pembangunan secara penuh.

Menurutnya, mengandalkan swadaya masyarakat juga bukan pilihan yang mudah.

"Saya sendiri sudah berkomunikasi dengan kepala bidang di dinas. Kami minta kalau ada syarat yang kurang supaya dibimbing. Ini juga tanggung jawab pemerintah, karena sekolah ini tempat anak-anak bangsa belajar," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, mengaku baru mengetahui kondisi TK Al-Khairaat 2 yang hingga kini masih menempati huntara.

Saat dikonfirmasi detikcom, Hardi langsung menghubungi Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Disdikbud Palu, Taufik, untuk memastikan perkembangan penanganan sekolah tersebut.

Dalam komunikasi tersebut, Taufik menjelaskan bahwa proposal pembangunan kembali TK Al-Khairaat 2 telah diajukan ke pemerintah pusat.

"Tapi coba diprioritaskan dorang (mereka) ini, ya," kata Hardi kepada Taufik melalui sambungan telepon. 

Hardi juga meminta jajarannya menelusuri persoalan tersebut lebih lanjut. Ia mengaku prihatin jika masih ada sekolah yang belum mendapatkan perhatian maksimal setelah bencana besar yang melanda Palu pada 2018.

Sementara itu, Taufik menyatakan akan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai perkembangan proposal pembangunan sekolah tersebut pada kesempatan berikutnya karena masih memiliki agenda yang padat.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Disdikbud Palu #Radar Palu #TK Al Khairaat 2 Palu #sekolah di huntara Palu #Gempa Palu 2018 #pembangunan sekolah Palu