Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengawas Sekolah di Palu Kini Lebih Banyak Mendampingi Guru

A
Penulis: Ade Safitri❯

Pengawas PAI Kemenag Kota Palu, Hadijah Al-Hasni.
Pengawas PAI Kemenag Kota Palu, Hadijah Al-Hasni.


Advertisement

RADAR PALU - Peran pengawas sekolah tidak lagi identik dengan lembar penilaian dan inspeksi kelas. Di Kota Palu, pengawas kini lebih sering hadir sebagai pendamping bagi guru, membantu mereka memperbaiki cara mengajar.

Pendekatan itu terlihat saat kegiatan pesantren kilat di SD Inpres Bumi Sagu, Selasa (24/2). Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Palu turun langsung, bukan hanya mengawasi, tetapi juga berbagi metode pembelajaran.

 

Advertisement

 

 

Pengawas PAI Kementerian Agama Kota Palu, Hadijah Al-Hasni, mengatakan paradigma pengawasan pendidikan telah bergeser. Pengawas tidak lagi semata menilai, tetapi berperan sebagai mentor dan coach bagi guru. 

Advertisement

Menurutnya, pendekatan tersebut menggunakan metode andragogi, yakni pembelajaran orang dewasa. Fokusnya adalah pendampingan, bukan instruksi satu arah. 

“Sekarang pendekatannya ada coach dan mentor. Jadi bukan menggurui, tapi mendampingi guru dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Hadijah menjelaskan, tugas pengawas PAI berbeda dengan pengawas dari dinas pendidikan daerah. Pengawas dinas lebih berfokus pada aspek manajerial sekolah, sedangkan pengawas PAI menitikberatkan pada kualitas akademik dan proses mengajar guru.

Meski perannya kini lebih banyak mendampingi guru, Hadijah tetap turun langsung mengajar saat diperlukan. Dalam kegiatan pesantren kilat tersebut, ia berinteraksi dengan siswa menggunakan pendekatan fun learning. 

Materi metamorfosis kupu-kupu disampaikan dengan bantuan media TV digital dan diselingi ice breaking agar siswa tetap fokus.

Menurut Hadijah, kemampuan fokus manusia, baik anak-anak maupun orang dewasa, rata-rata hanya sekitar 15 menit. Karena itu, variasi metode belajar menjadi penting agar materi mudah dipahami.

“Kalau mendampingi guru, kami gunakan pendekatan andragogi. Tapi saat bersama siswa, kami kembali menggunakan pendekatan pedagogik,” katanya.***

Advertisement

Artikel Terkait

Ketika Lapangan Menjadi Ruang Pendidikan

Ketika Lapangan Menjadi Ruang Pendidikan

Kita berharap, dari lapangan Liga Mahasiswa ini akan lahir lebih banyak cerita tentang persahabatan, perjuangan, prestasi dan kebanggaan.

Bunda Wiwik: APBD Harus Membangun Manusia dan Keluarga

Bunda Wiwik: APBD Harus Membangun Manusia dan Keluarga

Pendidikan, kesehatan, serta perlindungan perempuan dan anak harus menjadi bagian integral dari pembangunan daerah.

PT Letawa Perkuat Akses Air Bersih Warga Desa Lariang Lewat Bantuan Sumur Bor

PT Letawa Perkuat Akses Air Bersih Warga Desa Lariang Lewat Bantuan Sumur Bor

PT Letawa membantu warga Desa Lariang, Pasangkayu, melalui sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tengah musim kemarau dan El Nino

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer