Interdependency Partnership: Ketika Masyarakat Menjadi Mitra Pembangunan


Untuk siapa sesungguhnya pertumbuhan ekonomi itu?
Oleh: Amirudin Rauf *)
PERTANYAAN sederhana ini menjadi penting ketika kita melihat perjalanan pembangunan Sulawesi Tengah.
Provinsi yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam ini dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Pada 2025, ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh 8,47 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,04 persen. Industri pengolahan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan, dengan pertumbuhan 14,12 persen. (BPS Sulawesi Tengah)
Namun di balik angka pertumbuhan tersebut terdapat sebuah kenyataan yang patut direnungkan. Pada September 2025, persentase penduduk miskin Sulawesi Tengah masih 10,52 persen, sementara angka nasional 8,25 persen.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Ingatkan Warga Waspada Bencana di Tengah Semarak HUT RI
Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih tinggi belum sepenuhnya menghasilkan tingkat kemiskinan yang lebih rendah. (BPS Sulawesi Tengah)
Pada indikator ketenagakerjaan, TPT Sulawesi Tengah memang relatif rendah, yaitu 2,92 persen pada Agustus 2025, dibandingkan nasional 4,85 persen. Tetapi hanya sekitar 35,43 persen pekerja yang berada dalam kegiatan formal.
Ini menunjukkan bahwa persoalan pembangunan tidak selalu terletak pada ada atau tidaknya pekerjaan, tetapi juga pada kualitas, produktivitas, kepastian dan nilai tambah dari pekerjaan tersebut. (BPS Sulawesi Tengah).
Hal yang lebih mengusik terlihat pada kualitas manusia. Prevalensi stunting Sulawesi Tengah pada 2024 masih 26,1 persen, sementara nasional telah turun menjadi 19,8 persen.



