RADAR PALU - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman geram setelah menemukan alsintan Kementan dalam kondisi tak terawat saat inspeksi di Maros, Sulawesi Selatan.
Inspeksi yang dilakukan Mentan Amran awalnya bertujuan meninjau pertanaman padi untuk perbenihan di salah satu UPT Kementerian Pertanian di Maros, Senin (16/3/2026).
Namun, kunjungan itu berubah menjadi teguran keras. Ia mendapati sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan Kementan) dalam kondisi kotor, bahkan dipenuhi lumpur karena tidak dibersihkan setelah digunakan.
“Pertanyaannya, salah tidak kamu lakukan semua itu? Sudah pakai tidak cuci. Ini kotornya. Tidak boleh masuk tempat penyimpanan kalau tidak dicuci,” tegas Amran kepada pegawai di lokasi.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan rendahnya disiplin kerja serta kurangnya kepedulian terhadap aset negara.
Amran menegaskan bahwa setiap alsintan Kementan berasal dari uang rakyat, sehingga wajib dirawat dengan baik.
“Tahu gak? Ini ketidakpedulian. Setiap baut itu adalah uang rakyat, pajak rakyat,” ujarnya.
Ia menilai kelalaian dalam perawatan alsintan bisa berdampak pada menurunnya efektivitas program pertanian, terutama dalam mendukung produktivitas petani.
Tak hanya alsintan Kementan, Amran juga menyoroti kondisi sawah di lokasi yang tergenang air dan tidak dikelola optimal.
Padahal, area tersebut merupakan kawasan percontohan pengembangan benih padi di Sulawesi.
“Kenapa tidak pompa? Kenapa tidak kerja? Masa begini? Kamu harus jadi percontohan Pulau Sulawesi, tapi justru paling jelek,” katanya.
Temuan ini semakin memperkuat kekecewaan Amran terhadap pengelolaan fasilitas pertanian di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti temuan itu, Amran langsung memerintahkan pemberian sanksi tegas kepada pihak terkait.
Ia meminta agar pegawai yang bertanggung jawab diberikan SP3 atau peringatan terakhir.
“Sudah berapa lama kerja di sini? Begitu memang cara kerjamu dari dulu? Ini kasih dia SP3 ini,” tegasnya.
Bahkan, di lokasi, Amran langsung menghubungi Kepala Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementan untuk memastikan sanksi segera dijalankan.
Amran menegaskan tidak ada toleransi terhadap kelalaian dalam pengelolaan alsintan Kementan maupun fasilitas perbenihan.
Menurutnya, alsintan merupakan instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian nasional.
Selama ini, pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan alsintan ke daerah untuk mendukung mekanisasi pertanian dan peningkatan produksi pangan.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran menjaga aset tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Langkah tegas Mentan Amran menjadi peringatan bahwa pengelolaan alsintan Kementan akan terus diawasi ketat demi menjaga produktivitas pertanian dan kepercayaan publik.***