Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Jasa Raharja Perkuat Sinergi Nasional di Operasi Ketupat 2026

Rina Khalik • Selasa, 3 Maret 2026 | 21:47 WIB

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin (tengah) hadir sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional selama periode Operasi Ketupat 2026.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin (tengah) hadir sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional selama periode Operasi Ketupat 2026.

RADAR PALU – Jasa Raharja menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 yang digelar Senin (2/3) di Jakarta.

Forum strategis tersebut dipimpin Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan diikuti sejumlah pejabat tinggi negara serta pimpinan lembaga terkait.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin hadir sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional selama periode Operasi Ketupat 2026.

Rakor turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Wakil Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, serta Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.

Hadir pula Wakapolri Dedi Prasetyo, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho, perwakilan BNPB, BMKG, BASARNAS, serta jajaran direktur utama BUMN terkait.

Kehadiran lintas kementerian, TNI-Polri, lembaga, dan BUMN tersebut menegaskan sinergi nasional dalam memastikan kesiapan pengamanan serta pelayanan arus mudik dan balik Idulfitri 2026.

Dalam paparannya, Muhammad Awaluddin menegaskan fokus Jasa Raharja pada Angkutan Lebaran 2026 adalah percepatan jaminan dan penguatan upaya keselamatan transportasi.

“Dalam konteks ini, tugas Jasa Raharja bukan hanya membayarkan santunan kepada korban kecelakaan saja, tapi kami memastikan negara hadir secara cepat, terintegrasi, dan tanpa penundaan saat ada risiko kecelakaan pada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 ditentukan oleh sinergi dalam satu ekosistem keselamatan nasional. Jasa Raharja berperan dalam memberikan perlindungan sosial bagi korban kecelakaan dan tidak dapat bekerja sendiri.

“Sejak Januari hingga Februari 2026, sesuai koordinasi dan arahan Kakorlantas serta Menteri Perhubungan, kami telah melakukan survei di beberapa jalur tol dan jalan arteri bersama Jasa Marga. Kemudian juga cek kesiapan simpul-simpul kritikal seperti di pelabuhan Bakauheni–Merak. Secara keseluruhan, koordinasi langsung dengan Korlantas, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, dan Jasa Marga sudah dilakukan,” jelasnya.

 

Sebagai bagian dari BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia, Jasa Raharja berkomitmen mendukung pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan berkendara.

Dalam Operasi Ketupat 2026, perusahaan mengerahkan 2.000 petugas secara nasional, membentuk 29 tim reaksi cepat di 29 kantor wilayah, menyiapkan 25 pos pelayanan terintegrasi bersama pemangku kepentingan, serta 15 tenda taktis di titik strategis.

Selain itu, dilakukan 92 kegiatan dukungan keselamatan dan pemasangan 1.700 titik imbauan keselamatan lalu lintas.

Sementara itu, Wakapolri Dedi Prasetyo menyampaikan Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, menurun 1,75 persen dibandingkan tahun 2025.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 25–26 Maret dan 28–29 Maret 2026.

“Kami berkomitmen mempertahankan bahkan meningkatkan capaian Operasi Ketupat sebelumnya. Dengan potensi pergerakan masyarakat yang besar, Polri bersama seluruh stakeholder akan mengoptimalkan manajemen rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, one way, contraflow, hingga buffer zone di pelabuhan agar pengamanan berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tandas Dedi.(*/rna)

Editor : Mugni Supardi
#Jasa Raharja #Operasi Ketupat 2026 #Tim reaksi cepat Jasa Raharja #Santunan Kecelakaan #Mudik Lebaran 2026 #Arus mudik 2026 #Pengamanan Lebaran 2026