Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dialog Menyentuh dan Mendengarkan Aspirasi Suara Warga Kota Palu

Muchsin Siradjudin
Penulis: Muchsin Siradjudin❯
BERDIALOG: Anggota DPR RI H. Muhidin Said saat berdialog dengan warga Kota Palu.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
BERDIALOG: Anggota DPR RI H. Muhidin Said saat berdialog dengan warga Kota Palu.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Tidak ada kata sambutan dalam kunjungan kerja daerah pemilihan (Kundapil) Anggota DPR RI H. Muhidin Mohamad Said, saat berada di Kota Palu baru-baru ini. Begitu dibuka dialog, Haji Muhidin langsung bertanya kepada warga apa saja yang ingin disampaikan.


Advertisement

“Ayo terbuka, tidak usah sungkan-sungkan. Mari kita bicara. Anda bertanya saya menjawab. Ini juga diskusi, “ kata Muhidin, memancing agar warga bertanya.

Pada saat melakukan kunjungan kerja ke daerah pemilihan (Kundapil) di daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Muhidin Mohamad Said ingin mencari tahu apa keinginan dan kebutuhan warga Sulawesi Tengah, khususnya warga yang ada di Kota Palu.

Pertemuan bertajuk silaturahmi tokoh masyarakat Kota Palu bersama H. Muhidin Mohamad Said, anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tengah (Sulteng) digelar pada Minggu (25/1/2026).

Advertisement

Saat berdialog tersebut, Muhidin menanyakan terlebih dahulu pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu saat ini, yang saat ini menjadi program pemerintah pusat, yang dikomando langsung Presiden RI Prabowo Soebianto.

“Bagaimana MBG Kota Palu? Bagaimana suasana dapurnya. Bagaimana peran Sarjana pendamping? “tanya Muhidin.

Menurutnya, Rp 330 triliun anggaran untuk MBG. Lebih Rp 1 triliun dibelanjakan setiap harinya. “Ini menciptakan kesempatan dan tenaga kerja, “ sebutnya. “Meski dunia tidak baik-baik saja, tetapi pangan kita surplus,” serunya.

Advertisement

Demikian pula diskusi sampai ke peran petani, dan kesehatan juga diperhatikan, ada BPJS Kesehatan. “Kita bekerja harus dalam keadaan sehat, “ ujarnya lagi.

Dalam dialog dan diskusi hari itu, beberapa Ketua RT Kota Palu yang datang dari delapan kecamatan mengajukan pertanyaan menarik terkait situasi kebatinan saat ini, termasuk Anton, Ketua RT 01 RW 01 Baruga, yang menanyakan tentang bantuan langsung tunai.

Begitu juga Sanudin Ketua RT 4, RW 5 Kelurahan Duyu, menginformsikan tiga kebutuhan warga, yakni sekolah, lampu jalan (penerangan) di lorong, dan drainase.

Pun demikian beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga hadir pada kesempatan itu. Hingga mahasiswa menanyakan beasiswa berani cerdas, rentang waktu pembayaran. Pembayaran SPP yang memiliki deadline. Pembayaran beasiswa sering terlambat.

Sudah ke Dinas Pendidikan Sulteng. Febrianti, mahasiswa Untad, mempertanyakan soal beasiswa Berani Cerdas.

Selanjutnya Fauzan, pemuda Palupi, menanyakan soal kegiatan pemuda. Oleh Mudin dijawab bahwa jangan sampai ada yang menerima beasiswa ganda.

Maksudnya sudah menerima dari tempat lain, tetapi menerima dari pihak lain. Itu tidak boleh.

Kehadiran Haji Muhidin, sangat dimanfaatkan oleh warga. Semua berdiskusi. Pertanyaan pun terkadang membahas kondisi global internasional.

Semuanya dijawab dan dijelaskan dengan lugas oleh Haji Muhidin Mohamad Said.(mch)



   

 

Advertisement

Artikel Terkait

Bayi 10 Bulan Jadi Korban Paling Muda dalam Kasus Keracunan MBG Batang

Bayi 10 Bulan Jadi Korban Paling Muda dalam Kasus Keracunan MBG Batang

Kasus keracunan MBG di Batang meluas. Bayi 10 bulan menjadi korban paling muda, bersama balita hingga warga lanjut usia.

BGN Tegaskan Batas Konsumsi MBG, Maksimal 4 Jam

BGN Tegaskan Batas Konsumsi MBG, Maksimal 4 Jam

BGN menetapkan batas konsumsi MBG maksimal 4 jam setelah matang demi menjaga kualitas makanan dan mencegah keracunan.

707 Korban Dugaan Keracunan MBG, BGN Bekukan Operasional Dapur SPPG di Semarang

707 Korban Dugaan Keracunan MBG, BGN Bekukan Operasional Dapur SPPG di Semarang

BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG usai 707 siswa dan guru diduga keracunan MBG di Semarang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer