RADAR PALU - Program Makan Bergizi Gratis Tatanga di Kota Palu tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi pelajar, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Operasional dapur hingga distribusi makanan kini melibatkan sekitar 50 tenaga kerja lokal.
Kehadiran dapur program Makan Bergizi Gratis Tatanga mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Selain menyiapkan makanan bergizi bagi pelajar, kegiatan operasionalnya juga menjadi sumber pekerjaan bagi warga setempat.
Asisten Lapangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tatanga, Kevin Bunga’allo, mengatakan puluhan warga telah direkrut untuk mendukung aktivitas dapur hingga distribusi makanan.
"Kalau saya nggak salah, 50-an. Sekitar begitu, saya nggak hafal persis, tapi sekitar 50-an gitu," ujar Kevin saat ditemui, Senin (16/3/2026).
Tenaga kerja yang terlibat dalam Makan Bergizi Gratis Tatanga berasal dari berbagai kelompok usia produktif.
Kevin menjelaskan sebagian besar pekerja berusia antara 20 hingga 40 tahun. Mereka terlibat dalam berbagai tugas, mulai dari pengolahan makanan, pengemasan hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
"Ada yang dari usia 20-an sampai 40-an," katanya.
Keterlibatan tenaga kerja lokal ini membuat program MBG tidak hanya fokus pada gizi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Saat ini SPPG Tatanga melayani lebih dari 10 sekolah yang menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis Tatanga.
Sasaran program mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMK. Selain itu, bantuan gizi juga diberikan kepada ibu hamil dan balita.
Dengan dukungan sekitar 50 pekerja, operasional dapur dapat berjalan setiap hari untuk memastikan makanan sampai ke penerima manfaat tepat waktu.
Tim dapur menyiapkan berbagai menu yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima manfaat.
Menu yang disalurkan antara lain susu, buah, roti, telur hingga makanan basah.
Melalui Makan Bergizi Gratis Tatanga, pemerintah tidak hanya mendorong pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menciptakan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar.***
Editor : Muhammad Awaludin