RADAR PALU - Program Makan Bergizi Gratis di Palu tetap berjalan meski sebagian sekolah telah memasuki masa libur Ramadan menjelang Idul Fitri. Distribusi paket gizi untuk siswa dan kelompok sasaran lain dipastikan tetap berlangsung hingga pekan terakhir Ramadan sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).
Penyaluran paket Makan Bergizi Gratis di Palu masih berlangsung di sejumlah sekolah, salah satunya di SMK Muhammadiyah (Muhipa) Palu.
Asisten Lapangan (Aslap) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tatanga, Kevin Bunga’allo mengatakan, operasional distribusi dilakukan mengikuti kalender edaran resmi dari Badan Gizi Nasional.
Hingga Senin (16/3/2026), tim lapangan masih rutin menyambangi sekolah-sekolah untuk menyalurkan paket gizi.
"Kalau yang sesuai edaran yang kami terima sih, ini kan sampai hari Kamis (19/3) ya. Nanti pas sembari jalan itu nanti kami menunggu lagi arahan dari BGN langsung, apakah nanti setelah libur lebaran atau nanti gimana kami sesuai edaran yang dari sana sih, biasanya," ujar Kevin saat ditemui di SMK Muhipa.
Kevin menjelaskan, tim SPPG Tatanga membawahi lebih dari 10 sekolah sebagai penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis di Palu.
Selain siswa sekolah, program ini juga menyasar ibu hamil dan balita sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi masyarakat.
Khusus di SMK Muhipa, sebanyak 519 paket gizi didistribusikan pada hari ini untuk kebutuhan hingga enam hari ke depan.
Setiap paket berisi berbagai bahan makanan, antara lain satu pak roti tawar, satu sisir pisang, enam hingga sepuluh butir telur mentah, enam susu kotak ukuran 115 mililiter, serta satu kotak berisi enam buah jeruk.
"Kebetulan yang kami distribusikan hari ini untuk sampai hari Kamis. Karena kan kebetulan siswa sudah mau libur," tambahnya.
Kepala SMK Muhipa Palu, Siti Rahma menyatakan pihak sekolah tetap membuka akses bagi siswa yang ingin mengambil jatah program Makan Bergizi Gratis di Palu, meskipun masa libur telah dimulai sejak 13 Maret.
Menurutnya, komunikasi antara pihak sekolah dan tim MBG berjalan baik sehingga distribusi tetap lancar.
"Alhamdulillah pihak sekolah dengan pihak MBG ini komunikasi intensnya bagus, sehingga kondisi MBG ini berjalan lancar. Meskipun anak-anak kan ada libur ini kan tapi, kami suruh mereka datang. Bagi misalnya yang tidak datang, kami simpan sampai tiga hari paling lama," jelas Siti Rahma.
Selama Ramadan dan menjelang libur panjang, pihak sekolah juga meminta fleksibilitas jenis menu dalam paket MBG, terutama untuk telur.
Permintaan ini dilakukan agar bahan makanan bisa disimpan lebih lama dan diolah sendiri oleh siswa di rumah.
"Kami minta telur-telur mentah, belum direbus. Karena supaya pas setelah libur anak-anak ada, bisa kami bagikan, bisa mereka rebus kembali atau digoreng di rumah," pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis di Palu diharapkan tetap membantu pemenuhan kebutuhan gizi siswa, meski kegiatan belajar mengajar tengah memasuki masa libur Ramadan.***
Editor : Muhammad Awaludin