RADAR PALU– Menghadapi dinamika ancaman yang semakin kompleks, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan profesionalisme dan memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam Rapim TA 2026 di Palu, Rabu (4/3).
Kegiatan tersebut diikuti Kasdam, Irdam, para Asisten Kasdam, Kabalakdam serta para Komandan Satuan (Dansat) jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira.
Rapim tahun ini mengusung tema “Kodam XXIII/Palaka Wira Hadir dan Bersinergi Bersama Rakyat untuk Mewujudkan Indonesia Maju di Wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.”
Dalam arahannya, Pangdam menegaskan bahwa Rapim merupakan forum strategis bagi seluruh pimpinan satuan untuk menyamakan visi dan langkah dalam menjalankan tugas ke depan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran tahun sebelumnya.
“Rapat Pimpinan ini merupakan forum strategis untuk menyamakan visi, persepsi, serta langkah tindak lanjut dalam pelaksanaan tugas-tugas Kodam XXIII/Palaka Wira ke depan,” ujar Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
Ia menjelaskan, Rapim juga digunakan untuk mengevaluasi program kerja dan anggaran Tahun 2025 sekaligus menetapkan prioritas kebijakan dan sasaran strategis pada Tahun Anggaran 2026 agar tetap selaras dengan kebijakan pimpinan TNI Angkatan Darat dan TNI secara umum.
Menurut Pangdam, tema Rapim tahun ini menegaskan bahwa keberadaan Kodam XXIII/Palaka Wira harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa.
“Tema ini mengandung makna bahwa kehadiran Kodam XXIII/Palaka Wira harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat serta mampu membangun sinergi yang kokoh dengan seluruh komponen bangsa,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menyoroti perkembangan dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks, baik pada tingkat global, regional maupun nasional. Berbagai tantangan di bidang pertahanan, kata dia, menuntut kesiapsiagaan dan respons cepat dari satuan kewilayahan.
“Tantangan pertahanan saat ini tidak hanya ancaman konvensional, tetapi juga non-konvensional seperti ancaman siber, radikalisme, konflik sosial hingga bencana alam yang membutuhkan kesiapsiagaan tinggi,” tegasnya.
Dalam Rapim tersebut, Pangdam juga menekankan sejumlah hal penting kepada seluruh jajaran, di antaranya peningkatan profesionalisme prajurit dan PNS, penguatan pembinaan teritorial, tata kelola satuan yang transparan serta penguatan soliditas internal dan kepemimpinan lapangan.
Di akhir arahannya, Pangdam mengingatkan agar forum Rapim dimanfaatkan secara optimal untuk merumuskan solusi konkret terhadap berbagai kendala di lapangan.
“Hasil Rapim harus diterjemahkan menjadi langkah nyata yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya.
Editor : Wahono.