RADAR PALU - Malam di Boya Karampe, Jalan Sam Ratulangi, terlihat berbeda, Senin (16/2/2026).
Ratusan obor menyala, diarak remaja dan warga yang berjalan pelan menyambut datangnya Ramadan.
Kegiatan ini digagas Remaja Masjid Sabilul Muhtadin sebagai bagian dari tradisi menyambut bulan suci. Pawai dimulai sekitar pukul 20.00 Wita dan berakhir dua jam kemudian.
Rute dimulai dari Masjid Sabilul Muhtadin, melintasi Jalan Raden Saleh, Suharso, Haji Hayyun, lalu kembali finis di Sam Ratulangi.
Imam Masjid Sabilul Muhtadin, Mitran M. Said, menyebut pawai obor bukan sekadar seremonial.
Menurutnya, ini bagian dari upaya menjaga semangat generasi muda agar tidak jauh dari kegiatan keagamaan.
“Kami ingin Ramadan disambut dengan semangat. Terutama anak-anak muda, supaya mereka merasa punya ruang di masjid,” ujarnya.
Ia mengakui tradisi seperti ini mulai jarang terlihat. Karena itu, pengurus masjid bersama tokoh masyarakat dan lembaga adat memberi dukungan penuh.
Ketua panitia, Gabril, mengatakan kegiatan ini juga menjadi cara sederhana mengalihkan perhatian remaja dari aktivitas digital yang berlebihan.
“Sekarang anak-anak lebih banyak di handphone. Lewat kegiatan seperti ini, kami ingin mereka kembali meramaikan masjid,” katanya.
Pawai berlangsung tertib dengan pengawalan internal panitia. Warga yang dilewati rombongan tampak keluar rumah, menyaksikan obor-obor menyala di sepanjang jalan.
Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, menunggu hasil rukyatul hilal. Suasana seperti ini menjadi penanda bahwa bulan suci tinggal menghitung hari.***
Editor : Muhammad Awaludin