Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terbongkar! Modus Pemulung Palsu di Balik Gerobak Jalanan

A
Penulis: Annisa Wibdy❯

Gerobak jalanan yang terpantau di jalur protokol Kota Palu.
Gerobak jalanan yang terpantau di jalur protokol Kota Palu.


Advertisement

RADAR PALU - Penertiban gerobak di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Palu terus dilakukan Satpol PP. Dalam operasi terbaru, petugas menemukan adanya oknum yang berpura-pura menjadi pemulung demi menarik simpati masyarakat.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu kembali mengintensifkan penertiban gerobak yang kerap ditemui di pinggir jalan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum, keamanan, serta kelancaran arus lalu lintas. 

Penertiban tersebut menyasar terutama jalur-jalur protokol yang selama ini dinilai rawan terganggu aktivitas gerobak.

Advertisement

Pendekatan Humanis Tetap Dikedepankan

Sekretaris Satpol PP, Irsan Sidjo, menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam setiap penertiban gerobak.

“Ini menyangkut masalah keamanan, ketentraman, dan ketertiban. Jadi kami melakukan tindakan-tindakan pencegahan termasuk melarang jika memang mengganggu,” ujar Irsan, Kamis (27/3/2026).

Advertisement

Menurutnya, penindakan tidak dilakukan secara semena-mena, melainkan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat.

Dua Kategori Pengguna Gerobak

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, Satpol PP menemukan dua kategori pengguna gerobak. Pertama, pemulung asli yang memang mengumpulkan barang bekas untuk dijual kembali. 

Mereka biasanya mengambil kardus, botol plastik, hingga kaleng dari tempat sampah atau depan toko, lalu mengangkutnya menggunakan gerobak.

“Yang asli ini memang mencari barang rongsokan. Mereka ambil dari tempat sampah atau depan toko, lalu dimasukkan ke gerobak untuk dijual,” jelasnya.

Modus Pemulung Palsu Terungkap

Selain itu, petugas juga menemukan adanya oknum yang berpura-pura menjadi pemulung. Mereka membawa gerobak berisi barang bekas, namun bertujuan untuk mengundang rasa iba masyarakat.

“Yang palsu ini hanya modus. Mereka taruh barang di gerobak, lalu berkeliling dengan harapan mendapat belas kasihan. Ini yang sudah banyak kami tertibkan,” tegas Irsan.

Satpol PP bahkan telah melakukan pemeriksaan langsung di sejumlah titik dan mengonfirmasi praktik tersebut.

Tetap Utamakan Aspek Kemanusiaan

Meski melakukan penertiban gerobak, Satpol PP menegaskan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Para pelaku tidak langsung dikenakan sanksi berat selama tidak melanggar aturan secara signifikan.

“Kita juga harus lihat sisi kemanusiaannya. Mereka butuh makan dan tidak mencuri. Tapi kalau gerobaknya sampai mengganggu jalan atau parkir terlalu lama di satu titik, tentu akan kami tegur dan tertibkan,” pungkasnya.

Penertiban ini diharapkan mampu menjaga ketertiban kota tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut.***

Advertisement

Artikel Terkait

Satpol PP Palu Akui Jukir Liar Sulit Diberantas, Muncul Lagi di Titik Keramaian

Satpol PP Palu Akui Jukir Liar Sulit Diberantas, Muncul Lagi di Titik Keramaian

Satpol PP Palu mengakui jukir liar masih sulit diberantas karena kerap muncul di lokasi ramai dan berpindah-pindah tempat.

Kasat Pol PP Palu Pastikan Penertiban Pedagang Pasar Masomba Dilakukan Secara Humanis

Kasat Pol PP Palu Pastikan Penertiban Pedagang Pasar Masomba Dilakukan Secara Humanis

Satpol PP Palu menegaskan penertiban pedagang di Pasar Masomba dilakukan secara humanis demi mengurai kemacetan dan menjaga ketertiban.

Kemenkum Sulteng Dalami Strategi Penguatan Indikasi Geografis Berkelanjutan

Kemenkum Sulteng Dalami Strategi Penguatan Indikasi Geografis Berkelanjutan

Kemenkum Sulteng mendalami strategi penguatan Indikasi Geografis untuk melindungi produk unggulan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer