Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

MacBook di Bawah Rp10 Juta! MacBook Neo Resmi Meluncur, Murah Tapi Banyak Dipangkas

Agung Sumandjaya • Kamis, 5 Maret 2026 | 18:55 WIB

Apple MacBook Neo hero
Apple MacBook Neo hero
RADAR PALU - Langkah tak biasa diambil Apple. Perusahaan teknologi asal Cupertino itu resmi memperkenalkan MacBook Neo, laptop Mac paling murah yang pernah mereka jual.

Dengan banderol mulai US$599 atau sekitar Rp9,5 jutaan, perangkat ini langsung menarik perhatian pasar, terutama pelajar dan pengguna yang selama ini ingin mencoba Mac tetapi terkendala harga.

Selama bertahun-tahun, laptop Apple dikenal mahal. Namun kehadiran MacBook Neo seolah membuka pintu baru: ekosistem Apple kini bisa dijangkau dengan harga yang jauh lebih rendah.

Meski begitu, harga yang lebih ramah dompet ini datang dengan sejumlah kompromi.

RAM Jadi Sorotan

Salah satu keputusan yang cukup mengejutkan adalah penggunaan RAM 8GB sebagai konfigurasi dasar.

Padahal pada generasi terbaru seperti MacBook Air dan MacBook Pro, Apple mulai mendorong standar 16GB RAM untuk performa yang lebih nyaman.

Lebih dari itu, RAM pada MacBook Neo tidak bisa ditambah. Artinya, pengguna harus menerima konfigurasi tersebut sejak awal tanpa opsi upgrade di kemudian hari.

Untuk penggunaan ringan seperti mengetik, browsing, atau kuliah online, spesifikasi ini masih cukup. Namun bagi pengguna yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus, keterbatasan ini bisa mulai terasa.

Dua Port, Dua Kecepatan

Hal menarik lain ada di sektor konektivitas. MacBook Neo memiliki dua port USB-C, tetapi keduanya memiliki kemampuan berbeda.

Port belakang mendukung USB 3 hingga 10Gb/s dan juga DisplayPort.

Port depan hanya mendukung USB 2 dengan kecepatan 480Mb/s.

Yang unik, Apple tidak memberi penanda khusus pada bodi laptop, sehingga pengguna harus mengetahui sendiri perbedaan fungsi kedua port tersebut.

 

Tanpa MagSafe

Fitur ikonik pengisian daya magnetik Apple juga tidak hadir di perangkat ini. Seperti model lama MacBook Air M1, pengisian daya dilakukan melalui USB-C.

Selain itu, MacBook Neo hanya mendukung satu layar eksternal, yang mungkin cukup bagi pelajar, tetapi bisa terasa terbatas bagi pekerja profesional.

Strategi Baru Apple?

Peluncuran MacBook Neo dinilai sebagai langkah strategis Apple untuk memperluas pasar. Dengan harga yang jauh lebih rendah dari standar MacBook sebelumnya, Apple berpotensi menjangkau segmen pengguna baru, terutama pelajar dan pengguna laptop entry-level.

Namun di sisi lain, spesifikasi yang dipangkas menunjukkan bahwa perangkat ini memang dirancang sebagai MacBook “pintu masuk”, bukan untuk kebutuhan komputasi berat.

Bagi yang sekadar ingin merasakan pengalaman macOS, MacBook Neo bisa menjadi pilihan menarik. Tapi bagi pengguna yang memikirkan performa jangka panjang, lini MacBook Air masih menjadi opsi yang lebih aman. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
#Radar Palu #apple #laptop #MacBook Neo #teknologi