RADAR PALU - Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menjamin ketersediaan pasokan pangan di daerah untuk menghadapi tingginya permintaan pasar menjelang bulan suci ramadan.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulteng, Jusri, mengatakan saat ini Bulog Sulteng memiliki stok beras sebanyak 21 ribu ton. Selain itu, stok gula pasir tercatat sebanyak 238 ribu kilogram dan minyak goreng sebanyak 360 ribu liter.
“Kami punya stok beras 21 ribu ton, pada pangan lain seperti gula pasir sebanyak 238 ribu kg dan minyak goreng sebanyak 360 ribu liter. Pasokan pangan lain juga masih tersedia dan akan kami update secara real time seiring permintaan,” kata Jusri, Minggu (25/1/2026).
Ia menjelaskan, stok tersebut dinilai sangat cukup untuk mengakomodasi kebutuhan pasar rakyat, kolaborasi pasar murah bersama lintas sektor, serta kebutuhan penyaluran bantuan pangan yang akan dilaksanakan.
“Intinya dari Bulog Sulteng siap berkolaborasi untuk gerakan stabilisasi dan ketersediaan pangan untuk konsumen. Itu sudah menjadi tugas dan fungsi Bulog sebagai perusahaan pangan,” tambahnya.
Di sisi lain, Bulog Sulteng juga terus melakukan penyerapan domestik pada komoditas beras dan jagung. Menurut Jusri, penyerapan akan dimaksimalkan pada periode panen petani di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.
“Baik jagung maupun beras dalam bentuk gabah dan beras petani, kita siap menerima selama sesuai dengan standar dan mutu yang ditetapkan oleh Bulog pusat. Kami juga ditarget untuk itu,” ungkapnya.
Pimwil Jusri turut mengimbau masyarakat agar memanfaatkan momentum ramadan secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Jangan panic buying agar distribusi pangan tersebar secara merata,” tegasnya.
Saat ini, Bulog Sulteng juga telah berkolaborasi dengan sejumlah pemerintah daerah dalam perencanaan kegiatan pasar murah. Selain itu, audiensi dan rapat koordinasi juga telah dilakukan bersama Dinas Pangan terkait penyaluran minyak rakyat.
“Kami berharap harga pangan tetap stabil saat ramadan, serta ketersediaannya juga terjamin,” ujarnya.(*/rna)
Editor : Mugni Supardi