RADAR PALU - PT Pegadaian Kantor Area Palu terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui edukasi investasi yang aman dan berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan memperkenalkan investasi emas sebagai instrumen lindung nilai yang dinilai stabil dan tahan terhadap inflasi.
Deputy Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah, menjelaskan bahwa dalam memilih instrumen investasi, masyarakat perlu mempertimbangkan beberapa faktor utama, seperti keamanan, risiko, kemudahan pencairan, serta kemampuan aset tersebut dalam menjaga nilai terhadap inflasi.
“Setiap investasi punya karakter masing-masing. Yang perlu diperhatikan adalah keamanan aset dan risikonya. Emas selama ini terbukti mampu menjaga nilai kekayaan karena sifatnya yang tahan inflasi,” ujar Putra disela-sela pemberian edukasi kepada Keluarga Besar Radar Palu Jawa Pos Group, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, berbeda dengan uang tunai yang nilainya terus tergerus inflasi, emas memiliki nilai intrinsik yang relatif tetap dari waktu ke waktu. Perubahan yang terjadi lebih disebabkan oleh nilai mata uang terhadap emas, bukan pada emas itu sendiri.
Putra juga memaparkan bahwa secara historis, harga emas menunjukkan tren peningkatan. Ia menyebutkan bahwa pada 2016 harga emas masih berada di kisaran Rp569 ribu per gram, kemudian naik menjadi Rp613 ribu pada 2017, dan terus meningkat hingga mencapai kisaran Rp2,6 juta per gram pada 2025.
“Bahkan berdasarkan analisis dan prediksi yang kami lakukan, harga emas berpotensi mencapai Rp5 juta per gram pada 2030. Saat ini saja, pergerakan harga sudah melampaui prediksi awal kami,” jelasnya.
Ia menambahkan, emas juga unggul dari sisi likuiditas. Emas mudah dicairkan kapan saja sesuai kebutuhan, baik melalui penjualan langsung maupun melalui layanan gadai di Pegadaian.
“Emas itu aset yang fleksibel. Bisa disimpan, bisa dicairkan, bahkan bisa digadaikan untuk kebutuhan mendesak seperti biaya pendidikan, modal usaha, atau kesehatan,” katanya.
Dalam mendukung kemudahan masyarakat berinvestasi, Pegadaian juga menghadirkan produk Tabungan Emas, yang memungkinkan masyarakat menabung emas mulai dari nominal kecil.
“Dengan Tabungan Emas, masyarakat bisa mulai menabung dari Rp20 ribu. Nilainya langsung dikonversi ke gram emas dan tercatat secara digital melalui aplikasi Pegadaian,” terang Putra.
Selain itu, Pegadaian Area Palu juga memperkenalkan Program Keluarga Emas, yang resmi diluncurkan pada 24 September 2024. Program ini bertujuan mendorong setiap kepala keluarga memiliki simpanan emas sebagai aset jangka panjang.
“Target kami, setiap kepala keluarga minimal memiliki dua gram emas per tahun. Program ini kami mulai dari lingkungan ASN sebagai pilot project, kemudian akan diperluas ke seluruh wilayah Sulawesi Tengah,” ungkapnya.
Putra menyebutkan, hingga saat ini program tersebut telah mendapat respons positif. Dari 37 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, tercatat akumulasi kepemilikan emas mencapai sekitar 3,5 kilogram.
Ia berharap, melalui program Keluarga Emas dan peningkatan literasi keuangan, Sulawesi Tengah dapat menjadi daerah percontohan dalam penguatan ekonomi berbasis kepemilikan aset yang aman dan berkelanjutan.
“Daerah dengan kepemilikan emas yang kuat biasanya memiliki ketahanan ekonomi yang baik. Kami berharap Sulawesi Tengah bisa menjadi role model dalam membangun budaya menabung emas,” tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi