RADAR PALU - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra tahun 2025 mulai didistribusikan di Kota Palu sejak lima hari yang lalu.
Program bantuan dari Kementerian Sosial tersebut telah diterima oleh 6.700 KPM yang menerima bantuan.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mengatakan bahwa jumlah penerima BLTS tahun ini mencapai sekitar 22.460 KPM, dari total seharusnya sekitar 22.100. Sementara itu, masih terdapat sekitar 7.000 data yang sedang dalam proses validasi.
"Alhamdulillah hari ini, insya Allah pendistribusian di delapan kecamatan bisa berjalan dengan baik dan lancar sebelum tanggal 30 November. Ini bantuan dari Kementerian Sosial yang sangat kami apresiasi, karena sangat membantu masyarakat," ujar Imelda saat ditemui pada Kamis (26/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa setiap penerima mendapatkan Rp900.000, yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai tambahan modal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
"Tadi ada beberapa penerima yang memang sudah menjadi pelaku UMKM. Kita berharap Rp900.000 ini bisa mereka jadikan tambahan modal, sehingga bisa menaikkan kelas usaha mereka dan keluar dari garis kemiskinan," tambahnya.
Imelda juga mengimbau agar dana bantuan tersebut digunakan sebaik-baiknya, terlebih menjelang akhir tahun ketika harga-harga kebutuhan mulai meningkat.
Ia menyebut momentum Natal dan Tahun Baru dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan.
Para penerima BLTS ini merupakan warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSN) desil 1 hingg 4.
Sementara itu, Eksekutif General Manager Kantor Pos Cabang Utama Palu, Supriyantoro, menjelaskan proses teknis pembayaran BLTS yang mulai dilakukan sejak 21 November hingga 30 November sebagai jadwal utama.
"Bagi para KPM yang belum menerima, pembayaran bisa dilakukan setelah tanggal 1 sampai 11. Ini maksimal yang kami berikan," jelasnya.
Supriyantoro menambahkan, banyak KPM yang baru pertama kali menerima bantuan ini, sehingga pihaknya mempercepat penyebaran informasi melalui berbagai media, baik radio maupun media cetak.
"Untuk titik bayar, ada tiga lokasi di Kota Palu, yakni Kantor Pos Cabang Utama Jalan Prof Moh Yamin, Palu Barat, dan Kantor Tawaeli. Persyaratan utama dari pemerintah memang pembayaran harus dilakukan secara fisik, tidak melalui digital, untuk memastikan bahwa uang tunai benar-benar diterima oleh para penerima, dengan geotek dan foto sebagai bukti," ujarnya.
Untuk proyeksi hari ini, Kantor Pos menargetkan sekitar 1.600 penerima, dengan capaian harian sebelumnya rata-rata 60 persen. "Mudah-mudahan hari ini bisa mencapai sekitar 85 persen," pungkasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi