Pegadaian Area Palu Perkuat Literasi Keuangan Lewat Program Keluarga Emas

RADAR PALU– PT. Pegadaian Kantor Area Palu memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui program Keluarga Emas. Program ini menyasar aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, pelajar, hingga keluarga sebagai upaya membangun budaya menabung dan investasi sejak dini.
Deputy Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah, mengatakan program Keluarga Emas merupakan bentuk komitmen Pegadaian untuk tidak hanya menjalankan kegiatan bisnis, tetapi juga memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat.
Menurutnya, penghargaan atas konstribusi dalam kolaborasi program literasi inklusi keuangan bersama pemerintah daerah di Sulteng yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kegiatan puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) menjadi bentuk apresiasi atas upaya literasi keuangan yang dijalankan Pegadaian secara aktif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Dorong Pelaku Seni Lindungi Karya
“Bagi PT Pegadaian Area Palu, penghargaan dari OJK ini adalah validasi bahwa gerakan literasi kami bersama OJK Sulteng dan Pemprov Sulteng berjalan efektif. Selain itu, kami dinilai OJK karena literasi yang teraktif dan berkelanjutan,” ujar Putra kepada Radar Palu pada Selasa (27/10/2026).
Dia menjelaskan, program Keluarga Emas juga sejalan dengan visi Gubernur Sulteng melalui program BERANI, khususnya BERANI Sejahtera dan BERANI Cerdas.
Dalam pelaksanaannya, Pegadaian Area Palu menyiapkan sejumlah program turunan, yakni ASN Emas, Kampus Emas, dan Sekolah Emas.
Program ASN Emas diarahkan untuk meningkatkan pemahaman keuangan dan mempersiapkan kesejahteraan ASN, terutama dalam menghadapi masa pensiun. Melalui sinergi dengan Pemprov Sulteng dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Pegadaian mendorong ASN mulai menabung emas melalui skema payroll dengan setoran mulai Rp50 ribu per bulan.
Pegadaian menargetkan sebanyak 10.000 ASN di Sulteng memiliki Tabungan Emas selama periode 2026–2027. Selain menabung, ASN juga didorong memanfaatkan produk cicil emas mulai dari 1–2 gram per tahun sesuai kemampuan masing-masing.
Selanjutnya, melalui Kampus Emas, Pegadaian menyasar mahasiswa di tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Tadulako (Untad), Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu.
Di Untad, edukasi difokuskan pada literasi investasi, pencegahan pinjaman online ilegal, dan kewirausahaan mahasiswa. Sementara itu, di Unisa Palu, program diarahkan pada pemberdayaan ekonomi serta literasi keuangan syariah.



